TendanganBebas.com – 26 April 2026 | Andree Jeglertz, asisten pelatih Manchester City Women, menyatakan bahwa timnya tidak perlu khawatir atas penurunan performa yang terlihat pada akhir pekan kemarin. Meski City mengalami kemunduran dalam perburuan gelar Liga Super Wanita Inggris setelah menelan kekalahan 3-2 dari Brighton & Hove Albion, Jeglertz menegaskan bahwa masalah utama terletak pada detail‑detail kecil yang perlu diperbaiki.
Kekalahan tersebut merupakan sebuah kejutan karena City sebelumnya mendominasi liga dengan margin poin yang signifikan. Dalam pertandingan melawan Brighton, City sempat memimpin 2-0 pada menit ke-30 berkat gol-gol cepat dari Lucy Bronze dan Keira Walsh. Namun, Brighton bangkit dengan serangan balasan yang terorganisir, mencetak tiga gol di paruh kedua melalui pemain bintang mereka, termasuk gol penentu dari Leila Gray pada menit ke-78.
“Kami tidak perlu panik,” ujar Jeglertz dalam konferensi pers pasca pertandingan. “Yang penting adalah kembali ke hal‑hal dasar, memperhatikan detail yang sering terlewatkan dalam situasi tekanan tinggi. Setiap sentuhan, posisi, dan keputusan harus lebih tajam.”
- Transisi cepat antara serangan dan bertahan: City harus lebih konsisten dalam menutup ruang ketika kehilangan bola, mengingat Brighton memanfaatkan celah tersebut untuk menciptakan peluang berbahaya.
- Eksekusi peluang akhir: Meskipun menciptakan banyak peluang, City gagal memaksimalkan peluang tersebut, terutama dalam menembak dari jarak dekat yang seharusnya mudah diubah menjadi gol.
- Kedisiplinan taktik: Pemain harus menjaga formasi dan tidak terlalu terjebak dalam permainan satu‑satu, yang dapat membuka ruang bagi lawan.
Dalam analisis taktik, Jeglertz menambahkan bahwa pertahanan zona yang diterapkan City perlu disempurnakan, terutama dalam menandai penyerang cepat seperti Brighton. “Kami akan mengadakan sesi video khusus untuk menyoroti momen‑momen di mana kami kehilangan kontrol posisi,” jelasnya.
Kekalahan ini memberi dampak langsung pada klasemen. Sebelumnya, Manchester City Women berada 12 poin di atas posisi kedua, namun setelah hasil ini selisihnya menyusut menjadi 9 poin. Persaingan dengan Arsenal Women dan Chelsea Women semakin ketat, mengingat kedua tim tersebut belum tersentuh oleh kekalahan dalam beberapa pekan terakhir.
Jeglertz juga menyoroti pentingnya menjaga konsistensi mental. “Kita harus tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh hasil negatif. Setiap pertandingan adalah kesempatan baru untuk memperbaiki diri,” ujarnya. Ia menekankan bahwa mental juara harus dibangun melalui rutinitas latihan yang disiplin dan kebiasaan fokus pada setiap detail kecil.
Dalam dua pekan ke depan, City akan menjamu Liverpool Women di Etihad Stadium, diikuti dengan pertandingan tandang melawan Tottenham Hotspur Women. Jeglertz berharap tim dapat menunjukkan perbaikan signifikan dan kembali mengamankan tiga poin dalam kedua laga tersebut.
Para penggemar dan analis sepakbola wanita menilai bahwa pernyataan Jeglertz mencerminkan pendekatan modern dalam manajemen tim, dimana fokus pada mikro‑detil dapat mengubah hasil pertandingan secara drastis. Sejumlah pakar taktik menganggap bahwa kemampuan City untuk menyesuaikan diri dengan cepat akan menjadi faktor penentu dalam mempertahankan posisi puncak liga.
Secara keseluruhan, meskipun kekalahan melawan Brighton menimbulkan keraguan sementara, Manchester City Women tetap berada dalam posisi yang menguntungkan untuk mengklaim gelar Liga Super Wanita Inggris. Dengan memperbaiki detail‑detail yang diidentifikasi oleh Jeglertz, tim memiliki peluang besar untuk kembali menguasai jalur poin dan mengamankan gelar musim ini.





