TendanganBebas.com – 26 April 2026 | Alex Lowes, pembalap tim GRT Yamaha, kembali menegaskan keprihatinannya terhadap jalannya kompetisi WorldSBK setelah tim asal Italia, Ducati, mencatat tiga kali podium dalam satu putaran balapan di Assen, Belanda. Lowes menyebut pencapaian Ducati tersebut sebagai “hal yang memalukan” karena ia melihat tren dominasi yang mengancam keseimbangan persaingan di kelas utama motor sport ini.
Dominasi Ducati memang sudah menjadi sorotan sejak awal musim, dengan mesin Desmosedici yang secara konsisten menunjukkan performa tinggi pada lintasan lurus dan tikungan cepat. Keunggulan teknis tersebut dipadu dengan strategi tim yang matang, memungkinkan pembalapnya – termasuk Francesco Bagnaia, Andrea Dovizioso, dan Alvaro Bautista – menempati posisi teratas dalam klasemen sementara. Namun, bagi Lowes, kemenangan beruntun Ducati tidak mencerminkan semangat persaingan yang sehat.
Putaran Belanda menjadi contoh paling jelas. Pada sesi kualifikasi, Ducati berhasil menempatkan tiga motor di puncak grid, dan hasil akhir balapan tidak mengubah posisi itu. Bagnaia menutup perlombaan di posisi pertama, Dovizioso berada di posisi kedua, sementara Bautista mengamankan tempat ketiga. Lowes, yang memulai dari posisi keenam, berhasil melaju hingga finish di urutan kelima, namun ia menilai bahwa jarak antara tim Ducati dan pesaing lain semakin melebar.
Lowes menjelaskan bahwa kendala utama yang dirasakannya bukan sekadar kecepatan mesin, melainkan juga faktor psikologis. “Ketika satu tim mendominasi dengan cara seperti ini, pembalap lain akan kehilangan semangat untuk berjuang, karena mereka merasa tidak ada harapan untuk menandingi,” ujar Lowes dalam konferensi pers pasca balapan. Ia menambahkan bahwa tim Yamaha harus terus mengembangkan paket motor dan strategi balap agar tidak terperangkap dalam posisi menunggu.
Reaksi tim Ducati terhadap kritik Lowes cukup tenang. Manajer tim menyatakan bahwa hasil tiga podium merupakan bukti kerja keras seluruh staf teknik dan pembalap. Mereka menegaskan bahwa setiap tim memiliki siklus naik turun, dan bahwa kompetisi tetap terbuka bagi siapa saja yang mampu mengoptimalkan performa motor. Sementara itu, pembalap lain seperti Toprak Razgatlıoğlu dan Jonathan Rea mengakui keunggulan Ducati, namun menekankan bahwa mereka tetap fokus pada pengembangan mesin masing-masing.
Dari sudut pandang teknis, keunggulan Ducati terletak pada chassis yang stabil pada kecepatan tinggi serta sistem elektronik yang dapat menyesuaikan traksi secara real time. Namun, kritik Lowes mengingatkan bahwa regulasi WorldSBK terus berusaha menjaga keseimbangan antara produsen. Beberapa analis berpendapat bahwa penyesuaian regulasi di tengah musim – seperti batasan daya mesin atau perubahan bobot minimum – dapat menjadi solusi untuk menurunkan kesenjangan performa.
Ke depan, kalender WorldSBK menjanjikan beberapa sirkuit yang menantang, termasuk Laguna Seca di Amerika dan Sepang di Malaysia. Lowes optimis bahwa lintasan dengan karakteristik teknis yang beragam dapat memberi peluang bagi tim yang tidak mengandalkan kecepatan lurus semata. “Setiap sirkuit memiliki keunikan, dan kami akan menyesuaikan strategi kami untuk memanfaatkan kelebihan Yamaha,” kata Lowes sambil menambahkan bahwa timnya sedang melakukan uji coba aerodinamika baru untuk meningkatkan handling di tikungan tajam.
Secara keseluruhan, komentar Alex Lowes menyoroti pentingnya persaingan yang sehat dalam dunia balap motor. Dominasi satu tim memang mengesankan, namun dunia sport menuntut adanya tantangan yang terus-menerus. Jika regulasi dan inovasi teknis dapat menciptakan peluang yang lebih merata, para pembalap seperti Lowes akan kembali memiliki ruang untuk bersaing di puncak podium, menjadikan ajang WorldSBK semakin menarik bagi penggemar di seluruh dunia.







