TendanganBebas.com – 27 April 2026 | Manajer Leeds United, Daniel Farke, kembali menegaskan niatnya untuk mempertahankan bek tengah berbakat, Pascal Struijk, di tengah sorotan pasar transfer musim panas. Dalam pernyataannya kepada media, Farke menekankan bahwa pemain asal Belanda ini memiliki peran strategis dalam sistem pertahanan tim dan tidak akan dilepas begitu saja.
Pascal Struijk bergabung dengan klub dari tim junior pada Januari 2020 dan sejak itu berhasil mengokohkan posisinya sebagai salah satu pilihan utama di lini belakang. Kontraknya yang baru diperpanjang hingga musim panas 2027 menambah nilai pentingnya bagi manajemen klub. Farke menilai bahwa keberadaan Struijk tidak hanya memberi kestabilan defensif, tetapi juga menambah fleksibilitas taktis karena kemampuan pemain tersebut untuk bermain baik sebagai bek tengah maupun bek sayap kanan.
Spekulasi mengenai kemungkinan kepindahan Struijk ke klub lain memang sempat mengemuka, terutama setelah beberapa tim Eropa melaporkan ketertarikan mereka. Namun, Farke menegaskan bahwa Leeds United tidak akan mengizinkan pemain kunci mereka dijual tanpa alasan kuat. “Kami menghargai setiap tawaran, tetapi prioritas utama kami adalah mempertahankan keseimbangan skuad. Pascal adalah bagian penting dari rencana jangka panjang kami,” ujar sang manajer.
Di samping aspek kompetitif, faktor finansial juga menjadi pertimbangan. Dengan kontrak yang mengikat hingga 2027, nilai jual Struijk di pasar transfer akan berada pada level premium. Klub berusaha mengoptimalkan nilai investasi dengan menjaga pemain tersebut tetap berada di dalam tim, sambil tetap membuka ruang bagi pemain muda untuk berkembang.
Selain pernyataan Farke, beberapa analis sepak bola mengapresiasi langkah klub dalam menahan pemain muda berpotensi tinggi. Mereka berpendapat bahwa stabilitas lini belakang adalah kunci bagi Leeds United untuk kembali bersaing di papan atas Premier League. Dalam konteks itu, kehadiran Struijk di lini pertahanan dapat menjadi fondasi bagi strategi bermain yang lebih agresif di lini tengah dan serangan.
Leeds United sendiri tengah berada dalam fase transisi setelah beberapa pergantian pelatih dan pemain utama. Dengan Farke di pucuk pimpinan, klub menargetkan perbaikan performa pada musim mendatang. Retensi Pascal Struijk menjadi salah satu pilar utama dalam rencana tersebut, terutama mengingat jadwal kompetisi yang padat meliputi Liga Premier, kompetisi domestik, serta potensi partisipasi di kompetisi Eropa.
Secara taktis, Farke berencana mengintegrasikan Struijk lebih dalam dalam pola permainan tim. Pemain ini diharapkan dapat menjadi penopang utama dalam skema pertahanan tiga‑bek, sekaligus berkontribusi dalam fase transisi cepat ke serangan. Kemampuan Struijk dalam mengirimkan umpan panjang dan mengatur ritme permainan menjadi nilai tambah yang penting dalam implementasi strategi baru.
Di luar lapangan, Struijk juga terlibat dalam program pengembangan komunitas yang digalakkan oleh klub. Keterlibatannya dalam kegiatan amal dan interaksi dengan suporter menambah nilai positif bagi citra klub. Hal ini menjadi pertimbangan tambahan bagi Farke dalam menilai pentingnya mempertahankan pemain yang tidak hanya memberikan kontribusi di lapangan, tetapi juga memperkuat hubungan klub dengan komunitas.
Menutup pernyataannya, Farke menekankan komitmen Leeds United untuk terus memperkuat skuad dengan mengandalkan pemain berbakat dan berpengalaman. “Kami percaya bahwa dengan mempertahankan Pascal, kami tidak hanya mengamankan lini belakang, tetapi juga menunjukkan tekad kami untuk bersaing di level tertinggi,” pungkasnya.
Dengan kontrak yang mengikat hingga 2027, masa depan Pascal Struijk di Leeds United tampak semakin pasti. Keputusan Farke untuk menolak tawaran transfer menegaskan bahwa klub bertekad menjaga keseimbangan tim sekaligus memaksimalkan potensi pemain muda berbakat.






