TendanganBebas.com – 02 Mei 2026 | Dalam laga EuroLeague yang menyita perhatian penggemar basket Eropa, Hapoel Tel Aviv harus menelan kekalahan dari raksasa Spanyol, Real Madrid. Meskipun tim tuan rumah tidak mampu menghalau serangan lawan, salah satu pemainnya berhasil menorehkan catatan historis yang akan dikenang lama.
Pemain bertubuh tinggi asal Nigeria, Daniel Oturu, mencatatkan 232 lemparan dua poin selama satu musim kompetisi, menempatkan dirinya sebagai pemegang rekor tertinggi dalam sejarah EuroLeague. Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang telah bertahan selama hampir satu dekade, menjadikan Daniel Oturu sosok yang menjadi sorotan utama di antara para bintang liga.
Rekor tersebut terungkap setelah pertandingan melawan Real Madrid, yang berakhir dengan skor 89-73 untuk kemenangan tamu. Meskipun Hapoel Tel Aviv tidak berhasil mengamankan tiga poin, kontribusi Daniel Oturu dalam menyerang menjadi bukti konsistensi dan ketangguhan fisiknya. Ia mencatatkan 12 tembakan dua poin, 8 rebound, serta 3 blok, selain membantu timnya tetap kompetitif di kuarter pertama.
- Jumlah lemparan dua poin sepanjang musim: 232
- Rata‑rata tembakan dua poin per pertandingan: 9,4
- Rekor sebelumnya: 219 tembakan dua poin (tahun 2014‑2015)
Statistik ini tidak hanya menyoroti kemampuan Daniel Oturu dalam mengoptimalkan peluang di dalam cat, tetapi juga menegaskan peran vitalnya dalam sistem permainan Hapoel Tel Aviv. Pelatih tim, Oren Amiel, mengakui bahwa kehadiran pemain berukuran 2,13 meter tersebut memberi ruang lebih bagi rekan‑rekan setim untuk beroperasi di luar area paint, sekaligus menambah variasi serangan interior.
Para analis EuroLeague memuji pendekatan Daniel Oturu yang menggabungkan kekuatan fisik dengan gerakan kaki yang lincah. Ia mampu memanfaatkan posisi post-up, memotong bola, serta mengeksekusi putaran cepat di sekitar tiang basket, membuat pertahanan lawan kesulitan menutupinya. Keberhasilan mencetak 232 lemparan dua poin tidak lepas dari disiplin latihan tembakan yang dijalankan selama pra-musim, termasuk sesi tambahan dengan pelatih tembakan khusus.
Selain pencapaian individu, pertandingan tersebut memberikan gambaran jelas mengenai kesenjangan kualitas antara tim-tim papan atas EuroLeague. Real Madrid, yang menampilkan skuad berisi veteran dan pemain muda berbakat, menampilkan pertahanan ketat serta transisi cepat yang sulit dihadapi Hapoel Tel Aviv. Namun, Daniel Oturu tetap menunjukkan ketangguhan mental dengan tetap fokus pada eksekusi tembakan meski timnya tertinggal.
Keberhasilan Daniel Oturu ini juga memberi dampak positif bagi pasar transfer basket Eropa. Beberapa klub besar, termasuk tim Turki dan Rusia, telah mengamati performa pemain ini dan melaporkan minat untuk menambahnya ke dalam skuad mereka pada musim depan. Hal ini menambah nilai jualnya sekaligus memperluas pilihan karier di liga-liga utama Eropa.
Di luar statistik, pencapaian rekor ini menginspirasi generasi muda yang bermimpi meniti karier di basket profesional. Daniel Oturu sering berbagi kisah perjuangannya melalui media sosial, menekankan pentingnya kerja keras, konsistensi, dan dukungan keluarga. Pesan tersebut kini menjadi motivasi bagi banyak atlet muda di Nigeria dan Asia yang menatap EuroLeague sebagai tujuan akhir.
Secara keseluruhan, meski Hapoel Tel Aviv harus mengakui kekalahan melawan Real Madrid, catatan sejarah yang ditorehkan Daniel Oturu memberikan warna positif dalam kampanye musim ini. Rekor 232 lemparan dua poin menjadi bukti nyata bahwa pemain dengan profil fisik dan etos kerja tinggi mampu mengukir prestasi luar biasa di panggung bergengsi EuroLeague.
Dengan rekor baru ini, mata dunia basket kini tertuju pada langkah selanjutnya dari karier Daniel Oturu. Apakah ia akan melanjutkan dominasinya di EuroLeague atau melangkah ke liga lain yang menawarkan tantangan baru, pencapaian ini sudah mengukir namanya dalam lembaran sejarah basket Eropa.






