Frigeri Jadi Tembok: Persib Gagal Meraih Kemenangan di Kandang Sendiri

oleh -0 Dilihat
Frigeri Jadi Tembok: Persib Gagal Meraih Kemenangan di Kandang Sendiri
Frigeri Jadi Tembok: Persib Gagal Meraih Kemenangan di Kandang Sendiri

TendanganBebas.com – 24 April 2026 | Pekan ke-29 Liga Super 2025-2026 menyajikan laga sengit antara Persib Bandung dan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Pertandingan yang dijadwalkan pada Minggu sore berakhir dengan hasil imbang 0-0, meninggalkan rasa kecewa bagi pendukung Persib yang mengharapkan tiga poin di kandang sendiri. Sorotan utama pertandingan jatuh pada kiper Persib, Frigeri, yang berhasil menahan serangan-serangan berbahaya dari Arema dan menjadi pilar utama pertahanan tim tuan rumah.

Sejak peluit pertama, Frigeri menunjukkan ketajaman refleks dan positioning yang luar biasa. Pada menit ke-12, ia melakukan penyelamatan krusial setelah Arema melepaskan tembakan keras dari jarak 20 meter yang hampir meleset ke sudut kanan gawang. Beberapa menit kemudian, serangan balik Persib menghasilkan peluang satu lawan satu, namun Frigeri kembali menghalau bola dengan tebasan cepat ke sudut kanan bawah, menegaskan dirinya sebagai tembok tak tergoyahkan di belakang gawang.

Serangan Persib sepanjang pertandingan tidaklah kurang tajam. Gelandang kreatif, Dimas Drajad, berhasil mengatur ritme permainan dan menyalurkan umpan-umpan terobosan ke depan. Namun, ketepatan akhirannya masih menjadi catatan hitam. Pada menit ke-27, Drajad melepaskan tendangan bebas yang melengkung ke dalam kotak penalti, namun kiper Arema, M. Rafi, berhasil menebasnya dengan sigap. Kesempatan serupa terjadi pada menit ke-58 ketika striker utama Persib, Wander Luiz, melesat ke dalam area penalti hanya untuk melihat bola meleset tipis melewati tiang kiri.

Arema tidak kalah agresif dalam menyerang. Pemain sayap mereka, R. Andri, sering kali menekan sisi kanan Persib, menciptakan peluang silang yang mengancam. Pada menit ke-44, Andri mengirimkan umpan silang yang tepat ke dalam kotak penalti, namun Frigeri mengantisipasi gerakan penyerang utama Arema dan mengamankan bola dengan satu tangan. Tekanan Arema terus berlanjut di babak kedua, namun pertahanan Persib, dipimpin oleh bek tengah, J. Hadi, berhasil menutup celah-celah kritis.

Berikut statistik utama pertandingan:

StatistikPersibArema
Penguasaan Bola54%46%
Tembakan129
Tembakan tepat sasaran54
Serangan ke kotak penalti75
Kartu Kuning23

Setelah pertandingan usai, pelatih Persib, Robert Rene, mengakui bahwa timnya belum mampu memanfaatkan peluang yang ada. “Kami menghargai penampilan luar biasa Frigeri, namun harusnya ada penyelesaian akhir yang lebih tajam. Kami akan kembali ke latihan dan memperbaiki eksekusi di depan gawang,” ujarnya di ruang ganti. Di sisi lain, pelatih Arema, Joko Susilo, memuji pertahanan Persib yang kokoh, terutama kerja Frigeri yang membuat Arema tidak dapat mengonversi peluang menjadi gol.

Dampak hasil imbang ini terasa pada klasemen. Persib tetap berada di posisi empat dengan 48 poin, tertinggal dua poin dari tim terdekat di posisi tiga. Sementara itu, Arema naik satu peringkat menjadi kelima, menambah harapan mereka untuk melaju ke zona AFC Champions League. Kedua tim kini harus menyiapkan diri menghadapi laga berikutnya, dimana Persib berambisi memecah kebuntuan dan kembali mengumpulkan tiga poin di kandang.

Secara keseluruhan, pertarungan antara Persib dan Arema pada pekan ini menegaskan pentingnya ketajaman dalam penyelesaian akhir. Meskipun Frigeri tampil sebagai pahlawan pertahanan, ketidakmampuan tim untuk menembus pertahanan lawan membuat mereka harus puas dengan satu poin. Kedepannya, Persib perlu meningkatkan akurasi tembakan serta mengoptimalkan pergerakan tanpa bola agar dapat memanfaatkan peluang yang tercipta, sementara Arema dapat menilai kembali strategi serangan mereka untuk mengubah dominasi pertahanan menjadi gol.

Tentang Penulis: Caling Innis

Gambar Gravatar
Di antara riuhnya pelabuhan Surabaya, Caling Innis menorehkan jejaknya sebagai reporter yang menelusuri nusantara, mengubah setiap sudut jalan menjadi puisi visual lewat lensa kamera. Ketika senja menutup langit, ia tenggelam dalam dunia sci‑fi, menjemput cahaya imajinasi yang kemudian mengalir dalam tiap laporan yang ia rangkai. Dimulainya pada 2017, ia menganyam cerita‑cerita perjalanan menjadi benang penghubung antara realita dan mimpi, mengajak pembaca menapaki horizon baru.

No More Posts Available.

No more pages to load.