TendanganBebas.com – 24 April 2026 | Pertandingan lanjutan Super League musim 2025/2026 pada pekan ke-12 menyajikan drama menarik ketika PSM Makassar menjamu tamu dari Kediri, Persik Kediri, di Stadion Andi Mattalatta. Tim asuhan Juku Eja berhasil mengamankan tiga poin krusial dengan skor akhir 3-1, sekaligus memperkuat posisi mereka jauh dari zona relegasi.
Sejak peluit pertama ditiup, tekanan langsung terasa dari kedua kubu. PSM Makassar, yang menempati posisi menengah‑bawah klasemen, menampilkan strategi agresif dengan menekan lini tengah Persik Kediri. Sementara itu, Persik Kediri berupaya mengandalkan serangan balik cepat yang pernah membuahkan hasil pada beberapa laga sebelumnya.
Gol Pembuka yang Membuka Pintu Kemenangan
Pukulan pertama datang pada menit ke-12 melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh gelandang kreatif PSM, Ahmad Fariz. Bola melengkung melewati dinding pertahanan dan mendarat tepat di depan kaki penyerang utama, Marthen. Marthen menaklukkan kiper Persik dengan tembakan satu‑sentimeter ke sudut atas kanan, mencetak gol pembuka bagi PSM Makassar.
Gol tersebut tidak hanya memberi kepercayaan diri, tetapi juga memaksa Persik Kediri untuk mengubah taktik mereka. Pelatih Persik, Abdul Hadi, mengganti formasi menjadi 4-2-3-1, menambah satu striker tambahan untuk menambah tekanan di lini serang.
Respons Persik Kediri dan Gol Balasan
Usaha keras Persik Kediri tidak sia-sia. Pada menit ke-27, striker andalan mereka, Fajar Prasetyo, berhasil memanfaatkan peluang dari umpan silang panjang yang dikirimkan oleh sayap kanan, Riko. Dengan kontrol kepala yang mantap, Fajar menyundul bola ke sudut bawah kiri gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol balasan tersebut memicu sorakan penonton, namun Juku Eja tak membiarkan timnya terpuruk. Ia melakukan pergantian pemain, membawa masuk pemain sayap kiri yang lebih cepat, Arifin, serta menginstruksikan gelandang bertahan untuk menutup ruang kosong di belakang.
Dominasi PSM Makassar di Babak Kedua
Setelah jeda istirahat, PSM Makassar tampil lebih terorganisir. Pada menit ke-53, serangan balik cepat dimulai dari lini belakang ketika bek tengah, Dimas, mengoper bola jauh ke sayap kanan. Sayap kanan, Arifin, menyalurkan umpan terobosan kepada Marthen yang berada di kotak penalti. Marthen menembakkan bola keras ke sudut kanan atas, menambah angka menjadi 2-1 untuk PSM.
Kepemimpinan Juku Eja terlihat jelas pada babak ini. Ia menekankan pentingnya kontrol bola dan menahan tekanan lawan, sekaligus memanfaatkan celah di pertahanan Persik yang kini terbuka karena pergantian pemain.
Gol Penutup yang Mengukuhkan Kemenangan
Gol ketiga PSM Makassar datang pada menit ke-78. Setelah serangan bertubi‑tubi, bola kembali ke kaki gelandang serang, Rizky, yang melepaskan tembakan jarak menengah. Bola melesat melewati kiper Persik Kediri yang terdesak, menancap di pojok kanan bawah gawang. Skor akhir 3-1 menegaskan kemenangan PSM.
Pertandingan berakhir dengan sorakan penonton Makassar yang puas. PSM Makassar kini mengumpulkan 24 poin, menancapkan diri di posisi ke‑10 klasemen, sementara Persik Kediri tetap berada di zona tengah dengan 22 poin.
Analisis Taktik dan Performa Pemain
- Juku Eja: Mempertahankan formasi 4-3-3 yang fleksibel, berhasil menyesuaikan taktik di paruh pertama dan kedua.
- Marthen: Menjadi pencetak dua gol, menunjukkan insting penyerang yang tajam.
- Rizky: Gol penting pada menit ke-78, menambah nilai serangan dari tengah.
- Fajar Prasetyo: Satu‑satunya gol Persik, menunjukkan potensi serangan balik.
Secara keseluruhan, PSM Makassar menampilkan permainan kolektif yang lebih solid dibandingkan Persik Kediri. Keberhasilan mengamankan tiga poin ini sangat penting bagi mereka yang masih berjuang menghindari zona merah pada sisa musim.
Dengan hasil ini, Juku Eja berhasil menenangkan para suporter sekaligus memberi sinyal bahwa PSM Makassar siap melanjutkan perjuangan di babak berikutnya. Selanjutnya, tim akan berhadapan dengan Persib Bandung dalam laga pekan depan, sebuah pertandingan yang diprediksi akan semakin menguji ketahanan mental dan taktik sang pelatih.
Kesimpulannya, kemenangan 3-1 atas Persik Kediri bukan sekadar tiga poin tambahan, melainkan sebuah pernyataan bahwa PSM Makassar mampu bangkit dari tekanan dan mengendalikan permainan di lapangan. Jika konsistensi ini terjaga, peluang mereka untuk keluar dari zona merah menjadi semakin besar.



