TendanganBebas.com – 21 April 2026 | Manuel Akanji, bek tengah andalan Inter Milan, menegaskan bahwa keunggulan yang diraih Inter di papan atas Serie A tidak serta-merta memberi keuntungan dalam laga semi final Coppa Italia melawan Como. Pernyataan itu muncul menjelang pertandingan leg kedua yang dijadwalkan dalam beberapa hari mendatang, menambah tekanan pada skuad neraca merah yang kini berada di posisi terdepan klasemen liga domestik.
Inter Milan saat ini memimpin Serie A dengan selisih delapan poin dari rival terdekat, AC Milan, dengan lima pertandingan tersisa. Prestasi ini menempatkan mereka di jalur hampir pasti untuk merebut gelar juara domestik pertama sejak era era manajemen terbaru. Namun, meski berada di puncak klasemen, manajer dan pemain tetap memperingatkan bahwa setiap kompetisi memiliki dinamika tersendiri yang menuntut fokus total.
Dalam wawancara pasca-latihan, Akanji menekankan bahwa mentalitas kemenangan tidak boleh bergantung pada perolehan poin di liga. “Kita tidak boleh menganggap enteng Coppa Italia hanya karena posisi kami di Serie A. Setiap pertandingan, terutama di turnamen knockout, menuntut konsistensi dan ketajaman yang sama,” ujar pemain tersebut dengan tegas.
Semifinal Coppa Italia akan diulang dalam format dua leg, di mana Inter harus menanggapi hasil leg pertama yang berakhir imbang 0-0 di kandang Como. Leg kedua akan dilangsungkan di San Siro, memberikan Inter keuntungan kandang namun juga menambah beban ekspektasi. Bagi tim neraca biru, kesempatan untuk menambah trofi musim ini sangat berharga, mengingat mereka belum mengamankan gelar piala domestik sejak 2010.
Akanji menambahkan bahwa tekanan tidak hanya datang dari lawan, melainkan juga dari pendukung dan media yang menilai Inter sebagai favorit mutlak. “Kami harus mengendalikan emosi, tidak terjebak pada rasa puas atau takut. Fokus kami harus pada taktik, kebugaran, dan eksekusi di lapangan,” katanya.
Sejumlah faktor taktik menjadi sorotan. Inter dikenal dengan sistem pertahanan tiga bek yang fleksibel, dimana Akanji berperan sebagai salah satu pilar. Di sisi serang, Lautaro Martínez dan Romelu Lukaku menjadi pilihan utama untuk mengancam gawang lawan. Namun, Como, meski berstatus tim Serie B, memiliki keunggulan dalam bermain cepat dan menekan ruang kecil, yang dapat menimbulkan bahaya bila Inter lengah.
Pelatih Inter, yang belum disebutkan namanya dalam kutipan, diperkirakan akan mengandalkan formasi yang menyeimbangkan serangan dan pertahanan. Akanji menuturkan bahwa sesi taktik terakhir difokuskan pada transisi cepat serta penekanan pada set-piece, mengingat potensi gol melalui bola mati yang sering menjadi penentu dalam pertandingan knockout.
Jika Inter berhasil melaju ke final, mereka akan bertemu dengan tim yang berhasil menembus jalur lain, menambah peluang untuk menambah koleksi trofi. Sebaliknya, kegagalan di Coppa Italia dapat menimbulkan keraguan internal meski posisi liga tetap kuat. Akanji menekankan pentingnya menutup kompetisi ini dengan prestasi, bukan hanya mengandalkan hasil liga.
Kesimpulannya, pernyataan Manuel Akanji menjadi peringatan realistis bagi Inter Milan: keunggulan di Serie A tidak otomatis memberikan keunggulan di Coppa Italia. Fokus, disiplin, dan kesiapan mental tetap menjadi kunci utama untuk menaklukkan Como di leg kedua semi final, sekaligus melanjutkan ambisi menambah gelar di musim 2023/2024.







