TendanganBebas.com – 03 Mei 2026 | Manajer perwasitan klub Serie A, Marco Gabriele, memberikan klarifikasi tegas terkait telepon yang melibatkan Giorgio Schenone dalam skandal wasit yang mengguncang kompetisi utama Italia. Menurut Gabriele, percakapan tersebut bukanlah tindakan pribadi atau upaya memanipulasi hasil pertandingan, melainkan bagian dari tugas resmi yang melekat pada posisi manajer wasit klub. Pernyataan ini muncul setelah media menyoroti dugaan keterlibatan Schenone, yang sebelumnya dikenal sebagai pelatih, dalam jaringan komunikasi yang diduga mengatur penunjukan atau penilaian wasit pada sejumlah laga penting.
Gabriele menegaskan bahwa setiap klub yang berpartisipasi dalam Serie A wajib memiliki seorang manajer wasit yang bertanggung jawab atas koordinasi antara klub dan otoritas wasit. Tugas tersebut mencakup pengaturan jadwal pertemuan, penyampaian informasi operasional, serta penyelesaian masalah administratif yang berhubungan dengan penugasan wasit. Dalam konteks ini, telepon yang dihubungkan dengan Schenone dianggap sebagai prosedur standar, bukan sebagai upaya mengintervensi keputusan wasit di lapangan.
Skandal yang melibatkan Schenone pertama kali terungkap setelah otoritas sepak bola Italia, FIGC, menemukan bukti adanya percakapan telepon yang mencurigakan antara Schenone dan beberapa pihak terkait perwasitan. Media melaporkan bahwa isi pembicaraan tersebut menyiratkan kemungkinan pengaruh terhadap penunjukan wasit untuk pertandingan tertentu. Namun, Gabriele menolak semua tuduhan tersebut, menekankan bahwa semua komunikasi yang terjadi berada dalam kerangka kerja resmi dan telah diawasi oleh Komite Pengawas Wasit (COV) Serie A.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah beberapa poin utama yang disampaikan oleh Marco Gabriele dalam wawancara eksklusifnya:
- Telepon tersebut dilakukan atas permintaan resmi klub untuk mengkonfirmasi ketersediaan wasit pada tanggal tertentu.
- Semua keputusan akhir mengenai penunjukan wasit tetap berada di tangan Komite Pengawas Wasit, bukan pada manajer klub.
- Tidak ada instruksi atau arahan yang diberikan kepada wasit terkait taktik atau keputusan pertandingan.
- Manajer wasit klub wajib mencatat semua komunikasi dan melaporkannya secara berkala kepada otoritas liga.
Selain menegaskan peran resmi, Gabriele juga mengkritik spekulasi publik yang beredar tanpa dasar bukti kuat. Ia mengingatkan bahwa proses investigasi harus didasarkan pada fakta yang terverifikasi, bukan pada rumor yang dapat merusak reputasi individu maupun institusi. “Kami bekerja dalam sistem yang transparan dan akuntabel,” kata Gabriele. “Setiap langkah yang kami ambil dapat dilacak dan diaudit oleh badan pengawas yang independen.”
Reaksi dari kalangan lain dalam dunia sepak bola Italia juga beragam. Beberapa analis mengakui pentingnya kehadiran manajer wasit klub sebagai penghubung administratif, namun menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat untuk menghindari potensi konflik kepentingan. Di sisi lain, kelompok pendukung Schenone menilai pernyataan Gabriele sebagai upaya menutup-nutupi fakta, meski belum ada bukti yang menguatkan tuduhan tersebut.
FIGC sendiri menyatakan akan melanjutkan penyelidikan mendalam, melibatkan tim investigasi independen untuk menelusuri semua jejak komunikasi yang terkait. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi berat dapat dijatuhkan, termasuk pencabutan lisensi klub atau sanksi pribadi bagi pelaku. Hingga kini, Gabriele menegaskan kesiapan klub untuk bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas dalam proses penyelidikan.
Kesimpulannya, pernyataan Marco Gabriele menyoroti peran krusial manajer wasit klub dalam ekosistem Serie A, sekaligus menegaskan batasan tanggung jawabnya. Meskipun skandal ini masih dalam tahap investigasi, transparansi dan kepatuhan pada prosedur resmi menjadi kunci utama untuk menjaga integritas kompetisi sepak bola Italia.



