TendanganBebas.com – 04 Mei 2026 | AC Milan kembali menelan kekalahan di Mapei Stadium ketika tim tuan rumah harus menelan gol cepat dari Sassuolo. Pada menit kelima, Domenico Berardi membuka skor dengan tembakan akurat yang tak dapat dihalau kiper Milan. Gol pertama tersebut menimbulkan tekanan besar pada pemain Rossoneri yang belum menemukan ritme menyerang yang konsisten.
Setelah jeda istirahat, Sassuolo menambah keunggulan lewat Armand Laurientè yang mencetak gol pada menit ke-48. Gol tersebut memperkuat keunggulan 2-0 dan membuat harapan Milan untuk bangkit menjadi semakin tipis. Meskipun beberapa peluang diciptakan oleh para pemain Milan, pertahanan tim tidak mampu menahan serangan terus-menerus dari sisi lawan.
Hasil ini menambah daftar catatan kurang memuaskan Milan dalam lima laga terakhir Serie A, dengan hanya satu kemenangan yang berhasil diraih. Sebelumnya, tim kepala pelatih Stefano Allegri sempat meraih kemenangan tipis melawan Napoli, namun serangkaian hasil imbang dan kekalahan membuat posisi mereka terancam turun ke peringkat keempat dalam klasemen.
Setelah pertandingan, Allegri memberikan pernyataan optimis kepada media. Ia menegaskan bahwa meskipun hasil di lapangan tidak sesuai harapan, posisi AC Milan dalam persaingan Liga Champions tetap aman. Menurutnya, poin yang sudah terkumpul cukup untuk menjaga jarak aman dari zona kualifikasi otomatis, sehingga tekanan untuk meraih tiga poin dalam satu pertandingan tidak terlalu besar.
Allegri menambahkan bahwa tim harus kembali fokus pada perbaikan aspek pertahanan yang menjadi titik lemah utama. “Kami harus lebih disiplin secara taktis, terutama dalam transisi cepat dari menyerang ke bertahan. Kesalahan di lini belakang menjadi penyebab utama kebobolan,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan peluang yang ada, mengingat serangan Milan belum cukup tajam untuk menembus pertahanan lawan yang solid.
Di sisi lain, pelatih Sassuolo, Roberto De Zerbi, memuji performa timnya yang mampu mengeksekusi strategi press tinggi secara konsisten. Ia menyebut bahwa kemenangan ini memperkuat posisi Sassuolo dalam perebutan tempat di zona Eropa, sekaligus memberikan kepercayaan diri menjelang pertemuan berikutnya melawan tim-tim papan atas Serie A.
Berita ini juga menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan perubahan taktik dalam lini tengah Milan. Beberapa analis mengusulkan agar pemain seperti Brahim Diaz atau Sandro Tonali diberikan peran lebih besar dalam mengatur tempo permainan. Sementara itu, pemilik klub, Paolo Milan, diharapkan akan meninjau kembali strategi perekrutan pemain baru di bursa transfer musim panas untuk menambah kedalaman skuad.
Para penggemar Milan di media sosial pun mengungkapkan kekecewaan mereka, namun tetap berharap tim dapat bangkit di pertandingan berikutnya melawan Juventus. Mereka menilai bahwa mentalitas tim harus dibangun kembali, terutama setelah serangkaian hasil kurang memuaskan yang menurunkan semangat juang pemain.
Secara statistik, AC Milan kini mencatat rata-rata kepemilikan bola di bawah 45 persen dalam lima pertandingan terakhir, sementara jumlah tembakan ke gawang lawan berada di bawah rata-rata liga. Data ini menjadi indikator penting bagi tim untuk meningkatkan intensitas pressing dan kreativitas serangan.
Dengan empat poin yang tersisa untuk mengamankan posisi keempat, Milan harus berjuang keras melawan rival-rival kuat dalam sisa musim Serie A. Namun, dengan jaminan tempat di Liga Champions, tekanan untuk meraih peringkat lebih tinggi sedikit berkurang, memberi ruang bagi manajer untuk bereksperimen dengan formasi dan taktik baru.
Kesimpulannya, kekalahan melawan Sassuolo menjadi titik refleksi bagi AC Milan. Meskipun posisi Liga Champions tetap aman, perbaikan pada lini pertahanan dan peningkatan efisiensi serangan menjadi keharusan agar tim dapat kembali bersaing di papan atas Serie A.






