TendanganBebas.com – 23 April 2026 | Dalam laga semifinal Coppa Italia yang berlangsung di New Balance Arena, Lazio menorehkan kemenangan dramatis berkat aksi penalti heroik Edoardo Motta. Pertandingan melawan Atalanta berakhir dengan skor 1-1 setelah perpanjangan waktu, menyamakan kedudukan agregat menjadi 3-3. Keputusan akhirnya ditentukan lewat adu tendangan penalti, di mana Motta menjadi pahlawan utama dengan menyelamatkan timnya dari kegagalan dan mengeksekusi tendangan penentu.
Serangan pertama datang pada menit ke-24, ketika Atalanta berhasil mencetak gol melalui serangan balik cepat yang diakhiri dengan tembakan keras ke sudut atas gawang. Gol tersebut memberi keuntungan awal bagi tim Gian Piero Gasperini, namun Lazio tidak tinggal diam. Di babak pertama menit ke-37, Luca Pellegrini menembus lini belakang Atalanta dan memberikan umpan silang yang tepat kepada Luis Alberto. Gelandang Italia itu mengeksekusi tembakan voli yang menaklukkan kiper Marco Sportiello, menyamakan kedudukan 1-1 sebelum jeda babak pertama.
Babak kedua berjalan ketat tanpa tercipta peluang emas yang signifikan. Kedua pelatih, Maurizio Sarri untuk Lazio dan Gasperini untuk Atalanta, mengatur taktik defensif yang ketat, membuat serangan menjadi sulit. Menjelang akhir regulasi, kedua tim berjuang keras untuk memecah kebuntuan, namun hasilnya tetap imbang, memaksa pertandingan masuk ke perpanjangan waktu.
Selama 30 menit perpanjangan waktu, tidak ada satu pun gol yang tercipta. Kedua kiper, Ivan Provedel (Lazio) dan Marco Sportiello (Atalanta), menampilkan performa mengesankan dengan melakukan beberapa penyelamatan krusial. Ketegangan memuncak ketika Atalanta menekan di sisi kiri lapangan, namun Provedel berhasil menepis bola tepat di tiang gawang.
Dengan hasil akhir 1-1, laga beralih ke adu tendangan penalti. Pada kesempatan ini, Edoardo Motta menjadi sorotan utama. Sebelumnya, Motta telah menunjukkan kemampuan menghalau tembakan dengan melakukan empat penyelamatan penting selama adu tendangan, termasuk satu penyelamatan spektakuler pada tendangan pertama Atalanta yang mengarah ke sudut atas kiri gawang.
- Penalti pertama Atalanta: Alessandro Bastoni – gagal (diselamatkan Motta)
- Penalti pertama Lazio: Alessandro Florenzi – gol
- Penalti kedua Atalanta: Matteo Pessina – gol
- Penalti kedua Lazio: Sergej Milinković-Savić – gol
- Penalti ketiga Atalanta: Adam Marušić – gagal (diselamatkan Motta)
- Penalti ketiga Lazio: Ciro Immobile – gol
Setelah tiga putaran, Lazio unggul 2-1 berkat ketangguhan Motta yang menolak dua tembakan Atalanta masuk. Pada ronde keempat, Atalanta mencoba menyeimbangkan kembali, namun gol penentu kembali dicetak oleh Ciro Immobile, mengamankan kemenangan 2-1 dalam adu penalti. Dengan hasil tersebut, Lazio melaju ke final Coppa Italia, di mana mereka akan berhadapan dengan Inter Milan.
Keberhasilan Lazio tidak lepas dari taktik cerdik Maurizio Sarri. Pelatih Italia tersebut menyiapkan timnya secara mental untuk menghadapi tekanan tinggi dalam adu penalti. Sarri menekankan pentingnya konsistensi dalam eksekusi dan kepercayaan kepada kiper sebagai penentu akhir. Peran Motta menjadi bukti nyata dari strategi tersebut, mengingat penyelamatan demi penyelamatan yang ia lakukan menambah kepercayaan tim.
Di sisi lain, Atalanta harus menelan kekalahan pahit meski tampil impresif selama pertandingan reguler. Gasperini menyatakan bahwa timnya akan belajar dari pengalaman ini, terutama dalam hal persiapan mental menghadapi situasi adu penalti. Meskipun kecewa, ia tetap memuji semangat juang para pemainnya yang tak kenal menyerah sampai peluit akhir.
Final Coppa Italia yang akan datang menjanjikan pertarungan sengit antara Lazio dan Inter Milan. Kedua tim sama-sama memiliki skuad berbakat dan pelatih berpengalaman. Lazio kini menatap peluang besar untuk menambah trofi di bawah asuhan Sarri, sementara Inter berupaya mempertahankan dominasi mereka di kompetisi domestik.
Secara statistik, pertandingan ini mencatat total tembakan 24 kali, dengan masing-masing tim mencatat 12 tembakan. Penguasaan bola hampir seimbang, masing-masing menguasai sekitar 51% dan 49% waktu bermain. Penyelamatan Motta dalam adu penalti menjadi faktor penentu utama, menambah nilai pentingnya peran kiper dalam laga yang penuh tekanan.
Dengan kemenangan ini, Lazio tidak hanya melaju ke final, tetapi juga menegaskan kemampuan mereka untuk bangkit dalam situasi kritis. Penampilan Edoardo Motta menjadi contoh nyata dari ketangguhan mental dan keahlian teknis seorang kiper kelas dunia. Bagi para penggemar sepak bola Italia, laga ini akan dikenang sebagai salah satu semifinal paling menegangkan dalam sejarah Coppa Italia modern.
Ke depan, Lazio akan mempersiapkan diri menghadapi Inter Milan dengan melakukan analisis mendalam terhadap taktik dan formasi lawan. Sementara itu, Edoardo Motta diperkirakan akan tetap menjadi garda terdepan dalam setiap pertandingan penting, mengingat peran vitalnya dalam kemenangan semifinal ini.
Semoga final yang akan datang memberikan pertunjukan sepak bola yang spektakuler, dan para pemain dapat memperlihatkan kualitas terbaik mereka di panggung paling bergengsi di Italia.




