TendanganBebas.com – 20 April 2026 | PRESIDEN FIA, Mohammed Ben Sulayem, mengeluarkan pernyataan resmi usai menggelar pertemuan intensif dengan sejumlah pembalap Formula 1. Diskusi yang berlangsung selama dua jam itu menyoroti kritik tajam para pengemudi terhadap rencana regulasi unit tenaga 2026, khususnya mekanisme pembagian tenaga 50/50 yang diusulkan.
Dalam Pernyataan Presiden FIA tersebut, Ben Sulayem menegaskan bahwa masukan dari para pembalap menjadi bagian penting dalam proses penyusunan regulasi. Ia mengakui adanya keprihatinan terkait potensi bahaya kecepatan tutup (closing speed) yang dapat mengancam keselamatan, serta tantangan operasional yang muncul dari strategi lift‑and‑coast selama sesi kualifikasi.
Berbagai pembalap, termasuk nama‑nama terkemuka, mengemukakan bahwa sistem 50/50 dapat menimbulkan ketidakseimbangan performa antara mobil dengan strategi pengereman agresif dan yang mengandalkan efisiensi energi. Mereka menyoroti bahwa peningkatan kecepatan tutup dapat memperpendek jarak pengereman, meningkatkan risiko terjadinya tabrakan pada lintasan lurus.
- Kecepatan tutup berbahaya: Pembalap mengeluhkan bahwa peningkatan kecepatan tutup dapat mempersulit kontrol mobil pada titik akhir pengereman.
- Lift‑and‑coast: Strategi mematikan mesin di zona tertentu untuk menghemat tenaga menimbulkan fluktuasi performa yang tidak diinginkan saat kualifikasi.
- Keadilan kompetitif: Pembagian tenaga 50/50 dinilai tidak mencerminkan kondisi balapan nyata, dimana variasi strategi menjadi faktor penentu.
Ben Sulayem menjawab dengan menegaskan komitmen FIA untuk meninjau ulang parameter teknis sebelum regulasi resmi diberlakukan. Ia menambahkan bahwa tim‑tim teknik akan diberikan waktu tambahan untuk melakukan simulasi dan uji coba guna memastikan bahwa perubahan tidak mengorbankan keselamatan atau kualitas kompetisi.
Selain menanggapi kritik teknis, Presiden FIA juga menyoroti pentingnya kolaborasi jangka panjang antara otoritas regulasi dan komunitas pembalap. Ia menyatakan, “Dialog terbuka seperti ini adalah landasan untuk menciptakan regulasi yang adil, aman, dan menarik bagi semua pihak.”
Pengamat otomotif menilai bahwa pernyataan ini merupakan langkah positif, namun menekankan perlunya aksi konkret. Mereka berharap FIA dapat merumuskan standar yang tidak hanya memperhatikan aspek performa, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan strategi tim dalam era hibrida yang semakin kompleks.
Dalam beberapa minggu ke depan, FIA berencana mengadakan serangkaian workshop teknis yang melibatkan insinyur, pembalap, serta perwakilan tim. Tujuannya adalah menguji skenario simulasi yang mencakup variasi kecepatan tutup dan implementasi lift‑and‑coast pada trek berbeda.
Dengan menempatkan Pernyataan Presiden FIA sebagai titik tolak, diharapkan regulasi unit tenaga 2026 dapat disempurnakan sehingga memberikan keseimbangan antara inovasi teknologi, keselamatan, dan persaingan yang ketat di lintasan.
Kesimpulannya, dialog konstruktif antara otoritas dan pembalap menjadi kunci untuk menghasilkan regulasi yang dapat diterima semua pihak. Komitmen Ben Sulayem untuk mendengarkan dan menindaklanjuti masukan menandai langkah maju dalam evolusi Formula 1 menuju generasi baru.







