TendanganBebas.com – 20 April 2026 | AC Milan berhasil menambah tiga poin penting dalam persaingan ketat Serie A setelah mengalahkan Hellas Verona 1-0 di Stadio Marcantonio Bentegodi pada 19 April 2026. Gol tunggal yang menjadi penentu kemenangan dicetak oleh gelandang tengah Prancis, Adrien Rabiot, yang berhasil mengubah alur pertandingan yang semula seimbang menjadi kemenangan tipis bagi Rossoneri.
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari kedua tim. Verona, yang bermain di kandang, berusaha menguasai lini tengah dengan bantuan pemain-pemain berpengalaman seperti Antonín Barák dan Davide Zappacosta. Sementara itu, AC Milan menampilkan formasi 4-2-3-1 yang dipimpin oleh pelatih baru mereka, Manuel Pellegrini, dengan Rabiot berperan sebagai penghubung utama antara lini pertahanan dan serangan.
Menjelang menit ke-27, Rabiot menunjukkan ketajamannya dalam memanfaatkan ruang di area pertahanan Verona. Setelah menerima umpan pendek dari Rafael Leão, yang meski tidak mencetak gol tetap memberikan assist penting, Rabiot mengolah bola dengan tenang dan menembakkan tembakan keras ke sudut kanan gawang lawan. Kiper Verona, Marco Silvestri, berusaha melakukan penyelamatan, namun bola meluncur ke sudut bawah jaringan, menjadikan Rabiot pencetak satu-satunya gol pada laga tersebut.
Setelah gol tercipta, AC Milan berusaha mempertahankan keunggulan dengan menurunkan lini pertahanan yang lebih rapat. Pemain seperti Fikayo Tomori dan Theo Hernández berperan aktif dalam memotong serangan balik Verona. Di sisi lain, Verona tidak tinggal diam. Mereka meningkatkan intensitas serangan, terutama melalui sisi kanan yang dipimpin oleh Davide Zappacosta, namun serangan-serangan tersebut masih gagal menembus pertahanan Milan yang solid.
Rafael Leão, yang baru-baru ini kembali dari cedera, memberikan kontribusi signifikan meski tidak menemukan gawang. Ia terlibat dalam beberapa peluang berbahaya, termasuk satu tembakan yang hampir menyentuh tiang gawang pada menit ke-55. Penampilannya tetap menjadi sorotan karena kecepatan dan kemampuan dribblingnya yang tetap mengancam.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi possession yang cukup seimbang, dengan AC Milan menguasai bola sekitar 52% dibandingkan 48% milik Verona. Namun, akurasi tembakan Milan lebih tinggi, dengan total 6 tembakan dibandingkan 4 tembakan Verona. Selain gol Rabiot, Milan mencatat 3 peluang jelas, sementara Verona hanya mampu menciptakan 2 peluang signifikan.
Keberhasilan Rabiot mencetak gol tidak hanya meningkatkan moral tim, tetapi juga mengangkat posisi AC Milan ke peringkat kedua klasemen sementara Serie A, menutup selisih tiga poin dari pemimpin klasemen. Hasil ini menambah tekanan pada rival utama mereka, Juventus, yang harus bersaing ketat dalam sisa musim.
Di akhir laga, pelatih Pellegrini menilai penampilan timnya sebagai “positif meski masih ada ruang perbaikan, terutama dalam hal penyelesaian akhir”. Ia menekankan pentingnya konsistensi performa menjelang fase akhir musim, di mana setiap poin sangat berharga.
Dengan kemenangan ini, AC Milan menunjukkan kemampuan untuk mengamankan tiga poin melalui kerja sama tim yang solid dan peran krusial pemain tengah seperti Rabiot. Kedepannya, mereka akan berhadapan dengan lawan-lawan kuat lain di Serie A, termasuk Inter Milan dan Napoli, yang akan menjadi ujian sejati bagi ambisi mereka merebut gelar juara.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menjadi bukti bahwa AC Milan masih memiliki kualitas dan kedalaman skuad untuk bersaing di level tertinggi. Gol Rabiot menjadi momen penting yang menegaskan peran vital gelandang tengah dalam mengendalikan tempo permainan serta memberikan hasil yang diharapkan oleh pendukung setia tim.







