TendanganBebas.com – 24 April 2026 | Pekan ke-29 BRI Super League 2025/26 menyuguhkan pertarungan menegangkan antara PSM Makassar dan Persik Kediri di Gelanda BJ Habibie, Parepare, Kamis, 23 April. Dengan skor akhir 3-1, PSM berhasil menundukkan Macan Putih, menambah catatan kemenangan mereka di klasemen tengah. Kekalahan tersebut menyoroti masalah konsistensi yang terus menggerogoti performa Persik Kediri, terutama di lini pertahanan dan transisi serangan.
Sejak awal laga, PSM menunjukkan dominasi taktis dengan tekanan tinggi dan pergerakan pemain yang cepat. Gol pertama tercipta pada menit ke-15 melalui serangan balik cepat, memanfaatkan ruang yang terbuka di sisi kanan pertahanan Persik. Gol kedua datang tak lama kemudian, memperkuat keunggulan PSM dan menambah beban mental bagi Persik yang tampak kehilangan ritme.
Persik Kediri berhasil memotong kebobolan pada menit ke-38 lewat gol tunggal yang dicetak oleh pemain sayap kiri mereka. Namun, gol tersebut tidak mampu mengubah arus pertandingan. Di babak kedua, PSM kembali menambah gol ketiga, mengamankan kemenangan 3-1 yang cukup meyakinkan.
Usai pertandingan, pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, memberikan penilaian tajam terhadap penampilan timnya. “Kami harus memperbaiki konsistensi, terutama dalam fase pertahanan. Seringkali kami memberi ruang terlalu banyak kepada lawan, dan itu menjadi penyebab utama kebobolan,” ujar Reina dengan nada serius. “Selain itu, transisi kami dari bertahan ke menyerang masih sangat lambat, sehingga peluang menciptakan gol menjadi terbatas. Kami harus meningkatkan kecepatan keputusan di lapangan,” tambahnya.
Reina menekankan bahwa masalah konsistensi bukan hal baru bagi Persik Kediri. Sepanjang musim, tim ini telah menunjukkan performa yang fluktuatif, kadang mampu mengalahkan tim papan atas, namun sering kali terpuruk di pertandingan berikutnya. “Kami memiliki potensi, namun belum mampu menyalurkannya secara konsisten. Kunci ke depan adalah memperkuat mentalitas pemain dan menumbuhkan rasa tanggung jawab pada setiap posisi,” kata pelatih tersebut.
Di sisi lain, manajer PSM Makassar, Djanur, mengapresiasi performa timnya yang mampu mengeksekusi strategi dengan baik. “Kami menyiapkan tim untuk bermain agresif namun tetap terorganisir. Para pemain menunjukkan disiplin taktik yang tinggi, terutama dalam menutup ruang dan menekan tinggi. Ini yang memberi kami keunggulan di pertandingan ini,” ujarnya.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi PSM dalam penguasaan bola (58%) dan jumlah tembakan ke gawang (12 kali dibandingkan 5 kali Persik). Namun, Persik Kediri masih mampu mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran, menandakan adanya peluang yang belum dimaksimalkan.
Berikut ringkasan poin penting dari pertandingan:
- Skor akhir: PSM Makassar 3-1 Persik Kediri.
- Gol PSM: menit 15, 27, dan 67.
- Gol Persik: menit 38.
- Penguasaan bola: PSM 58%, Persik 42%.
- Tembakan ke gawang: PSM 12, Persik 5.
Kondisi lapangan di Gelora BJ Habibie cukup bersahabat, namun cuaca yang agak lembap membuat bola sedikit melambat, menuntut pemain untuk menyesuaikan intensitas. Persik Kediri tampak kurang adaptif terhadap perubahan tersebut, terutama dalam mengontrol bola di tengah lapangan.
Ke depan, Persik Kediri harus segera mengatasi masalah konsistensi agar tidak terpuruk di klasemen bawah. Pelatih Reina menyatakan bahwa tim akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk meningkatkan intensitas latihan fisik, memperbaiki pola permainan, serta menambah kedalaman skuad pada posisi penting.
Sementara itu, PSM Makassar kini menatap laga berikutnya dengan optimisme, berharap dapat mempertahankan performa positif dan memperbaiki posisi mereka di papan atas klasemen.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan pentingnya konsistensi dalam kompetisi liga yang kompetitif. Persik Kediri masih memiliki ruang untuk perbaikan, namun harus bergerak cepat agar tidak terjerumus lebih dalam ke zona degradasi.

