TendanganBebas – 15 April 2026 | Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, kembali mengemukakan kemarahan yang mendalam setelah UEFA menolak protes resmi klub terkait keputusan wasit dalam leg pertama perempat final Liga Champions melawan Atlético Madrid. Pada leg pertama yang berlangsung pada 14 April 2026, Barcelona mengalami kekalahan 0-2 di Wanda Metropolitano. Klub mengklaim bahwa keputusan wasit István Kovács, yang tidak memberikan penalti atas dugaan handball oleh bek Atlético Marc Pubill, serta kartu merah yang dianggap tidak tepat terhadap bek tengah Barcelona Pau Cubarsí, merugikan tim Catalan.
Laporta menegaskan bahwa Barcelona telah mengajukan empat tuntutan utama: memperoleh rekaman komunikasi antara wasit dan VAR pada momen krusial, mengakui kesalahan keputusan oleh Kovács, serta diskorsinya bersama VAR Christian Dingert. Meskipun Barcelona mengajukan keluhan resmi pada hari Senin, Badan Pengawasan, Etika, dan Disiplin UEFA menyatakan bahwa protes tersebut “tidak dapat diterima” dan tidak akan dilanjutkan. Pernyataan tersebut menambah ketegangan menjelang leg kedua yang dijadwalkan pada 15 April 2026, dini hari WIB.
UEFA, menyadari sensitivitas kasus ini, menempatkan pertandingan Atlético–Barça dalam pengawasan ketat. UEFA menunjuk wasit asal Prancis, Clément Turpin, yang pernah memimpin final Liga Champions 2022 antara Liverpool dan Real Madrid, serta mengirimkan Peter Sippel sebagai pengawas wasit. Kepala Wasit UEFA, Roberto Rosetti, juga dilaporkan akan hadir di arena, meskipun kehadirannya lebih bersifat simbolis. Langkah ini menunjukkan upaya UEFA untuk memastikan pertandingan berjalan adil dan menghindari kontroversi serupa.
Selain protes terkait keputusan wasit, Barcelona juga mengajukan keluhan informal mengenai kondisi lapangan. Klub mengklaim rumput stadion terlalu panjang, namun setelah diukur, tinggi rumput ternyata empat milimeter di bawah batas maksimum yang diizinkan (30 milimeter). Hasil pengukuran ini menegaskan bahwa kondisi lapangan berada dalam standar yang ditetapkan, sehingga tidak menjadi faktor utama dalam hasil leg pertama.
Berbagai pihak mengkritik keputusan UEFA yang menolak protes Barcelona. Sebagian menganggap bahwa penolakan tersebut mengabaikan hak klub untuk meninjau keputusan penting yang dapat memengaruhi hasil pertandingan. Di sisi lain, UEFA menegaskan bahwa prosedur protes harus memenuhi kriteria tertentu, termasuk bukti kuat yang mendukung klaim. Karena tidak ada bukti video yang cukup untuk membuktikan adanya pelanggaran, UEFA tetap pada keputusannya.
Leg kedua antara Atlético Madrid dan Barcelona diprediksi akan menjadi laga sengit. Barcelona, yang saat ini memimpin klasemen LaLiga, berusaha mengatasi defisit dua gol dan kembali ke jalur kemenangan. Sementara Atlético, yang menatap eliminasi, akan berusaha mempertahankan keunggulan mereka. Kedua tim telah bertemu enam kali musim ini, dengan catatan pertemuan sebelumnya menunjukkan persaingan ketat antara dua raksasa Spanyol.
Berikut rangkuman singkat data penting terkait pertandingan:
| Detail | Leg Pertama | Leg Kedua (Jadwal) |
|---|---|---|
| Tempat | Wanda Metropolitano, Madrid | Wanda Metropolitano, Madrid |
| Skor | 0-2 (Atlético) | Belum dimainkan |
| Wasit | István Kovács | Clément Turpin |
| Pengawas Wasit | Peter Sippel | Peter Sippel |
Selain isu Barcelona-Atlético, UEFA juga mengawasi beberapa pertandingan penting lainnya di kompetisi Eropa. Pada pertandingan lain, Ousmane Dembélé mengungkapkan kebahagiaannya setelah Paris Saint-Germain berhasil mengatasi Liverpool dalam laga yang menantang, menambah semangat tim Prancis di kancah kompetisi.
Kesimpulannya, penolakan UEFA atas protes Barcelona menambah ketegangan menjelang leg kedua perempat final Liga Champions. Dengan wasit baru yang ditunjuk dan pengawasan ketat, pertandingan berikutnya tidak hanya menjadi ujian teknis, tetapi juga ujian integritas keputusan di level tertinggi sepak bola Eropa. Semua mata kini tertuju pada Madrid, menantikan apakah Barcelona mampu membalikkan keadaan atau Atlético mempertahankan keunggulan mereka.





