TendanganBebas.com – 11 Juni 2026 | Veteran bulu tangkis Malaysia, Chan Peng Soon, menegaskan bahwa kini merupakan momentum krusial bagi Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) untuk melakukan perombakan skuad menjelang kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif, menyoroti pentingnya strategi baru dan kolaborasi lintas generasi demi menyiapkan tim nasional yang kompetitif di ajang terbesar olahraga dunia.
Chan, yang pernah mengangkat medali perak pada Olimpiade Rio 2016 bersama pasangan Goh Liu Ying, menilai bahwa pengalaman internasionalnya memberikan perspektif yang berharga bagi pengembangan bulu tangkis Malaysia. “Kami berada di fase transisi. Atlet muda sedang muncul, namun belum semua siap bersaing di level tertinggi. BAM harus membuka ruang bagi talenta baru sambil tetap memanfaatkan pengalaman para pemain senior,” ujarnya.
Berikut beberapa poin utama yang diusulkan Chan untuk memperkuat tim nasional:
- Peningkatan Talent Scouting: Memperluas jaringan pencarian bakat ke seluruh wilayah Malaysia, termasuk daerah pedesaan, untuk menemukan pemain berbakat yang belum teridentifikasi.
- Program Mentoring: Menetapkan skema mentoring di mana pemain senior membimbing generasi muda, berbagi taktik, mentalitas kompetitif, dan pengalaman turnamen internasional.
- Investasi pada Fasilitas: Membangun pusat pelatihan berstandar internasional dengan fasilitas kebugaran, laboratorium biomekanik, dan ruang pemulihan modern.
- Kolaborasi Internasional: Mengundang pelatih atau konsultan asing, terutama dari negara dengan dominasi bulu tangkis seperti China, Jepang, atau Indonesia, untuk memberikan perspektif baru.
- Penguatan Tim Ganda dan Campuran: Fokus pada kombinasi pemain yang memiliki kompatibilitas tinggi dalam ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, mengingat peluang medali yang lebih besar di kategori ini.
Chan juga menyoroti pentingnya menyiapkan mental pemain untuk menghadapi tekanan Olimpiade. “Tekanan di panggung Olimpiade tidak seperti turnamen lainnya. Kami harus mempersiapkan atlet secara mental, termasuk latihan visualisasi dan manajemen stres,” jelasnya.
Di samping itu, Chan menilai bahwa perombakan skuad harus dilaksanakan dengan transparansi dan komunikasi yang jelas antara BAM, pelatih, serta pemain. Ia mengingatkan bahwa proses perubahan yang terlalu cepat dapat menimbulkan ketidakstabilan, sehingga diperlukan perencanaan jangka panjang yang terukur.
Berbagai pihak dalam komunitas bulu tangkis Malaysia menyambut positif usulan Chan. Beberapa pelatih senior mengakui bahwa integrasi pendekatan ilmiah dan teknologi memang sangat dibutuhkan untuk menutup kesenjangan dengan negara-negara pesaing. Sementara itu, pemain muda menantikan peluang lebih besar untuk menembus tim utama melalui program scouting yang lebih luas.
Dengan Olimpiade Los Angeles 2028 yang masih beberapa tahun lagi, BAM memiliki cukup waktu untuk mengimplementasikan strategi perombakan skuad secara bertahap. Chan mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, sponsor, dan masyarakat—untuk bersinergi mendukung visi ini. “Jika kita bekerja sama, Malaysia dapat kembali menjadi kekuatan utama di panggung bulu tangkis dunia,” tuturnya dengan optimisme.
Langkah-langkah konkret yang diusulkan diharapkan dapat meningkatkan kualitas kompetisi domestik, memberikan pengalaman internasional lebih awal bagi pemain muda, serta menghasilkan tim nasional yang siap bersaing di Olimpiade dan kejuaraan bergengsi lainnya. Chan menutup wawancara dengan harapan bahwa perombakan skuad ini akan menjadi titik balik bagi masa depan bulu tangkis Malaysia.
