TendanganBebas.com – 02 Agustus 2026 | Manajer baru Manchester City, Enzo Maresca, resmi mengumumkan susunan pemain pertama yang akan memulai laga persahabatan melawan Inter Milan pada pekan ini. Pengumuman ini menjadi sorotan utama media sepak bola internasional karena menandai langkah awal Maresca dalam menerapkan filosofi taktiknya di Premier League.
Sejak mengemban tugas sebagai kepala pelatih pada bulan Juli, Maresca telah melakukan beberapa sesi latihan intensif bersama skuad, menguji formasi 4-3-3 yang menjadi ciri khasnya di klub sebelumnya. Pilihan pemain dalam pertandingan persahabatan ini tidak hanya bertujuan untuk menilai kebugaran pemain, melainkan juga untuk mengidentifikasi kombinasi terbaik yang dapat diandalkan pada kompetisi resmi.
Berikut susunan awal Manchester City yang diumumkan oleh Enzo Maresca:
- Penjaga gawang: Ederson Moraes
- Pemain bertahan kanan: Kyle Walker
- Pemain bertahan tengah: Rúben Dias
- Pemain bertahan tengah: John Stones
- Pemain bertahan kiri: Joao Cancelo
- Gelandang tengah defensif: Rodri
- Gelandang tengah: Kevin De Bruyne
- Gelandang serang: Bernardo Silva
- Penyerang kanan: Riyad Mahrez
- Penyerang tengah: Erling Haaland
- Penyerang kiri: Jack Grealish
Susunan ini menegaskan kepercayaan Maresca pada pemain inti yang sudah terbukti kualitasnya di level domestik dan Eropa. Ederson tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang, sementara lini belakang dipertahankan dengan kombinasi Walker‑Cancelo di sisi serta pasangan tengah Dias‑Stones yang memberikan kestabilan.
Di lini tengah, Rodri berperan sebagai pelindung lini pertahanan, memungkinkan De Bruyne dan Bernardo Silva untuk beroperasi lebih bebas dalam menciptakan peluang. Sisi sayap dipenuhi oleh Mahrez dan Grealish, pemain yang memiliki kemampuan dribel serta kemampuan membuka ruang bagi Haaland, target utama di lini serang.
Penekanan taktik Enzo Maresca terletak pada pressing tinggi dan transisi cepat. Dalam beberapa sesi latihan, ia menekankan pentingnya mengendalikan bola di zona pertengahan lapangan serta mengeksekusi serangan balik dalam hitungan detik. Pilihan pemain yang berpengalaman serta kecepatan di sisi sayap diharapkan dapat mengeksekusi skema ini dengan efektif.
Pertandingan persahabatan melawan Inter Milan diadakan di Stadion Etihad pada tanggal 30 Agustus, dengan kickoff dijadwalkan pukul 19.00 WIB. Inter Milan, yang menyiapkan diri menjelang kompetisi Serie A, menurunkan formasi 3-5-2, mengandalkan pengalaman pemain seperti Lautaro Martínez dan Nicolò Barella. Kedua tim diperkirakan akan menggunakan laga ini sebagai ajang uji coba taktik serta menilai performa individu.
Hasil akhir pertandingan berakhir imbang 1‑1 setelah waktu reguler, dengan gol masing‑masing dicetak oleh Haaland dan Martínez. Namun, duel tersebut berlanjut ke adu penalti, di mana Manchester City tersingkir setelah gagal mengeksekusi beberapa tendangan penting. Kekalahan melalui adu penalti menjadi catatan pertama Enzo Maresca di City, sekaligus menegaskan tantangan yang akan dihadapi dalam mengoptimalkan mentalitas tim pada laga kompetitif.
Meskipun hasil tidak sesuai harapan, penampilan beberapa pemain menunjukkan potensi yang dapat dikembangkan. De Bruyne kembali menampilkan visi permainan yang tajam, sementara Rodri tampil solid dalam memutuskan serangan lawan. Di sisi lain, Mahrez dan Grealish masih perlu menambah konsistensi dalam kontribusi akhir, terutama dalam menciptakan peluang gol yang lebih banyak.
Analisis pasca‑pertandingan menyoroti beberapa hal penting yang menjadi fokus Enzo Maresca ke depan. Pertama, integrasi pemain baru seperti Jack Grealish ke dalam sistem taktik masih memerlukan waktu. Kedua, kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas dalam situasi adu penalti menjadi pelajaran berharga menjelang kompetisi yang lebih penting. Ketiga, pemilihan formasi alternatif, misalnya 3‑4‑3, dapat dipertimbangkan untuk mengoptimalkan serangan sayap ketika melawan tim dengan pertahanan padat.
Secara keseluruhan, pengumuman susunan pemain pertama oleh Enzo Maresca menandai babak baru bagi Manchester City. Meskipun hasil persahabatan tidak memberikan kemenangan, proses adaptasi taktik dan evaluasi pemain sudah mulai berjalan. Para pendukung dan pengamat sepak bola Indonesia dapat menantikan bagaimana Maresca mengasah skuadnya menjelang awal musim Premier League, di mana persaingan dengan klub-klub top Eropa semakin ketat.
Dengan fokus pada pengembangan kebugaran, kecepatan transisi, dan konsistensi eksekusi di depan gawang, Manchester City berada pada posisi yang menguntungkan untuk menggapai target domestik dan Eropa. Perjalanan Enzo Maresca bersama City baru saja dimulai, dan setiap pertandingan akan menjadi batu loncatan menuju tujuan besar klub.


