TendanganBebas.com – 05 Agustus 2026 | Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menghadapi masalah dengan dukungan dari federasi sepak bola Eropa. Sumber yang familier dengan perkembangan ini mengatakan bahwa Federasi Sepak Bola Inggris (FA) akan bergabung dengan Pemerintah Sepak Bola Wales dalam menarik dukungan untuk kampanye kembali ke kursi presiden FIFA. Ini merupakan reaksi terhadap rencana Infantino untuk menjual saham pada Piala Dunia yang gagal, serta tekanan dari Federasi Sepak Bola Swedia dan Serbia.
Inggris dan Wales merupakan dua negara lain yang mengikuti reaksi ini setelah Federasi Sepak Bola Wales menjadi negara pertama yang menarik dukungannya pada minggu lalu. Sekarang, Inggris juga akan bergabung dengan Inggris dalam menentang Infantino. Ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap Infantino semakin meningkat, terutama setelah gagalnya plan untuk menjual saham pada Piala Dunia.
Infantino telah menjadi presiden FIFA sejak tahun 2016 dan telah menjabat hingga tahun 2023. Namun, rencana untuk menjual saham pada Piala Dunia telah menghadapkan dia dengan kritik dari banyak pihak. Berbagai negara telah mengecam rencana ini, mengatakan bahwa ini akan merugikan piala dunia dan menguntungkan pihak-pihak lain.
Inggris dan Wales bukan satu-satunya negara yang menarik dukungannya. Federasi Sepak Bola Swedia dan Serbia juga telah mengumumkan bahwa mereka tidak lagi mendukung Infantino. Ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap Infantino semakin meningkat, dan kemungkinan besar dia akan kehilangan dukungan dari banyak negara.
Reaksi ini menunjukkan bahwa Infantino telah menghadapi tantangan yang besar dalam mencapai rencana kembalinya sebagai presiden FIFA. Dengan Inggris dan Wales bergabung dengan Swedia dan Serbia, Infantino semakin kehilangan dukungan. Ini menunjukkan bahwa Infantino harus berusaha keras untuk memperbaiki citranya dan memenangkan kembali dukungan dari banyak negara.
Di sisi lain, reaksi ini juga menunjukkan bahwa banyak negara tidak lagi mendukung Infantino. Ini menunjukkan bahwa negara-negara tersebut memiliki kekhawatiran tentang rencana Infantino untuk menjual saham pada Piala Dunia. Mereka mungkin khawatir bahwa ini akan merugikan piala dunia dan menguntungkan pihak-pihak lain.
Reaksi ini menunjukkan bahwa Infantino telah menghadapi tantangan yang besar dalam mencapai rencana kembalinya sebagai presiden FIFA. Dengan Inggris dan Wales bergabung dengan Swedia dan Serbia, Infantino semakin kehilangan dukungan. Ini menunjukkan bahwa Infantino harus berusaha keras untuk memperbaiki citranya dan memenangkan kembali dukungan dari banyak negara.



