TendanganBebas.com – 12 Agustus 2026 | Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini menerima undangan dari Panglima Jilah, pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR), untuk menghadiri acara adat besar bertajuk Bahau Bide Bahana Bangkule Rajakng di Kalimantan pada 22 Agustus mendatang. Acara ini diharapkan dapat mempereratkan hubungan antara masyarakat adat Dayak dan pemerintah.
Sementara itu, Jokowi juga menjadi sorotan karena kontroversi ijazahnya yang dibahas oleh Dokter Tifa dan Roy Suryo. Mereka menuduh bahwa ijazah Jokowi tidak valid dan meminta klarifikasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). UGM telah memberikan penjelasan bahwa perbedaan nama dosen pembimbing akademik dan dosen pembimbing skripsi bukanlah indikasi adanya perubahan data, melainkan karena memang terdapat pembagian tugas antara keduanya.
Di lain pihak, Jakarta, ibukota Indonesia, menghadapi masalah serius karena tenggelam ke laut Jawa. Kota ini diperkirakan memiliki 42 juta penduduk dan merupakan kota terpadat di dunia. Penyebab utama masalah ini adalah karena penurunan tanah akibat penggunaan air tanah yang berlebihan dan efek perubahan iklim. Pemerintah telah berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan membangun sistem pertahanan pantai dan meningkatkan kualitas infrastruktur.
Warga Jakarta telah beradaptasi dengan situasi ini, termasuk Siti Paramita, yang tinggal di Muara Angke, sebuah pemukiman nelayan di utara Jakarta. Ia dan keluarganya telah membangun rumah di atas tiang untuk menghindari banjir. Mereka juga menggunakan kerang hijau sebagai sumber pendapatan dan untuk membantu mengatasi masalah banjir.
Dalam menghadapi tantangan ini, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mencari solusi yang efektif. Dengan demikian, kita dapat membangun Jakarta yang lebih baik dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.




