Inter Milan Tawar Djed Spence dengan Harga 30 Juta Euro, Tottenham Hotspur Minta Lebih

oleh -0 Dilihat
Inter Milan Tawar Djed Spence dengan Harga 30 Juta Euro, Tottenham Hotspur Minta Lebih
Inter Milan Tawar Djed Spence dengan Harga 30 Juta Euro, Tottenham Hotspur Minta Lebih

TendanganBebas.com – 13 Agustus 2026 | Inter Milan dilaporkan telah mengajukan tawaran sebesar 30 juta euro untuk memboyong Djed Spence dari Tottenham Hotspur. Namun, tim asal London itu meminta harga yang lebih tinggi, yakni 35 juta euro plus bonus.

Djed Spence merupakan salah satu pemain muda yang sangat berpotensi di Liga Inggris. Pemain yang berposisi sebagai bek kanan ini telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dan menjadi incaran banyak klub besar di Eropa.

Baca juga:

Inter Milan sendiri sangat membutuhkan pemain dengan kemampuan seperti Spence untuk memperkuat lini belakang mereka. Dengan tawaran sebesar 30 juta euro, mereka berharap dapat memenangkan persaingan dengan klub-klub lain yang juga tertarik dengan pemain ini.

Baca juga:

Namun, Tottenham Hotspur tidak mau melepas Spence dengan harga yang terlalu murah. Mereka meminta harga yang lebih tinggi dan bonus yang cukup besar untuk melepas pemain yang mereka anggap sangat berharga.

Baca juga:

Persaingan antara Inter Milan dan klub-klub lain untuk memperebutkan Djed Spence diprediksi akan sangat sengit. Dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya, tidak heran jika banyak klub yang ingin memboyongnya.

Baca juga:

Dalam beberapa hari ke depan, kita akan melihat apakah Inter Milan dapat memenangkan persaingan ini atau tidak. Jika mereka berhasil, maka Djed Spence akan menjadi pemain baru di San Siro dan membantu Inter Milan untuk meraih gelar juara di musim depan.

Baca juga:

Untuk saat ini, kita hanya bisa menunggu dan melihat bagaimana perkembangan kasus ini. Apakah Inter Milan akan berhasil memboyong Djed Spence atau tidak, hanya waktu yang akan menjawabnya.

Tentang Penulis: Caling Innis

Gambar Gravatar
Di antara riuhnya pelabuhan Surabaya, Caling Innis menorehkan jejaknya sebagai reporter yang menelusuri nusantara, mengubah setiap sudut jalan menjadi puisi visual lewat lensa kamera. Ketika senja menutup langit, ia tenggelam dalam dunia sci‑fi, menjemput cahaya imajinasi yang kemudian mengalir dalam tiap laporan yang ia rangkai. Dimulainya pada 2017, ia menganyam cerita‑cerita perjalanan menjadi benang penghubung antara realita dan mimpi, mengajak pembaca menapaki horizon baru.