TendanganBebas.com – 27 April 2026 | Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, kembali menegaskan bahwa kondisi mental skuadnya tidak mengalami gangguan meski tim sedang berada dalam tekanan kompetisi Liga 1. Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (27/04), sang bos melaporkan bahwa dua hasil imbang pada dua laga terakhir tidak memengaruhi ketangguhan psikologis para pemain.
Persib saat ini menempati posisi yang jauh di bawah harapan, terletak di zona menengah‑bawah klasemen setelah mengumpulkan hanya tiga poin dari lima pertemuan. Kekalahan tipis melawan PSM Makassar dan hasil imbang 1-1 melawan Persebaya Surabaya menambah beban pada skuad yang dipimpin oleh Bojan. Namun, sang pelatih menolak menganggap situasi tersebut sebagai krisis mental.
“Kami masih dalam proses membangun karakter tim. Dua hasil imbang terakhir memang tidak ideal, tetapi mental pemain tetap kuat. Mereka tetap fokus pada tugas masing‑masing dan tidak terpengaruh oleh tekanan external,” ujar Bojan dengan nada tenang. “Kami terus bekerja pada aspek taktis dan fisik, sehingga kepercayaan diri mereka tidak goyah.”
Dalam upaya meningkatkan performa, Bojan mengungkapkan bahwa ia telah menyesuaikan pola latihan dengan menekankan pada transisi cepat dan penempatan posisi pemain di lini tengah. “Kami mengadakan sesi khusus untuk memperbaiki gerakan off‑the‑ball dan meningkatkan koordinasi antara lini belakang dan penyerang. Ini penting untuk menciptakan peluang yang lebih berkualitas,” jelasnya.
Selain aspek taktik, Bojan juga menyoroti pentingnya dukungan suporter. “Suporter Persib memiliki peran besar dalam memberi semangat. Kami menghargai setiap sorakan dan harap mereka tetap memberi energi positif, terutama ketika kami bermain di kandang,” kata Bojan. Ia menambahkan bahwa atmosfer di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dapat menjadi faktor penentu dalam mengubah nasib tim.
Para pemain senior seperti Ferdinand Sinaga, Dimas Drajad, dan Adam Alis pun mengakui adanya peningkatan dalam kerja sama tim. “Kami merasa lebih kompak setelah beberapa sesi latihan intensif. Meskipun hasil belum memuaskan, kami tetap yakin dapat bangkit,” ungkap Sinaga.
Analisis para pakar sepak bola menilai bahwa Persib memang sedang berada pada fase transisi. Mereka menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan strategi Bojan serta kemampuan mengubah peluang menjadi gol. Salah satu pakar, Ardhi Saputra, menambahkan, “Jika Persib dapat meningkatkan finishing, terutama dalam situasi bola mati, mereka berpotensi naik kembali ke posisi atas klasemen.”
Jadwal selanjutnya menantang, dengan Persib dijadwalkan bertemu PSS Sleman di kandang pada pekan depan. Bojan mengaku optimis, mengingat tim lawan juga mengalami penurunan performa. “Kami akan memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih tiga poin. Fokus utama tetap pada mental dan eksekusi taktik,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, meskipun Persib berada di posisi tertekan, keyakinan Bojan Hodak terhadap mental pemainnya tetap tinggi. Dengan penyesuaian taktik, dukungan suporter, dan komitmen pemain, harapan untuk kembali ke jalur kemenangan masih terbuka lebar.




