TendanganBebas.com – 02 Mei 2026 | Balaton Park menjadi saksi dramatis pada sesi FP3 Hungaria WorldSBK 2026, ketika pembalap muda asal Italia, Álex Bulega, berhasil mematahkan dominasi Luca Lecuona yang sebelumnya menguasai sesi-sesi latihan. Keberhasilan Bulega tidak hanya menambah kepercayaan diri timnya, tetapi juga mengubah dinamika kompetisi menjelang Superpole.
Sesi FP3, yang merupakan sesi latihan terakhir sebelum kualifikasi resmi, berlangsung dalam kondisi cuaca cerah dengan suhu sekitar 22 derajat Celsius. Sirkuit Balaton Park menawarkan kombinasi lurus panjang dan tikungan teknis, menuntut keseimbangan antara kecepatan dan ketepatan. Lecuona, yang pada dua sesi sebelumnya mencatat waktu tercepat, tampak sangat percaya diri. Namun, Bulega menyiapkan strategi agresif, memanfaatkan grip maksimal pada bagian tengah lintasan.
Berikut adalah rangkaian waktu tertinggi pada FP3 Hungaria:
- Álex Bulega – 1:46.872 (posisi 1)
- Luca Lecuona – 1:47.054 (posisi 2)
- Alvaro Bautista – 1:47.312 (posisi 3)
- Julián Simón – 1:47.589 (posisi 4)
- Alex Lowes – 1:47.845 (posisi 5)
Bulega mencatat waktu 1:46.872, memotong selisih 0,182 detik dari Lecuona. Keunggulan ini datang berkat pemilihan jalur optimal di tikungan ketiga dan penggunaan rem yang lebih halus di zona pengereman akhir. Timnya, Red Bull KTM Ajo, menyatakan bahwa pengaturan suspensi dan tekanan ban yang disesuaikan khusus untuk suhu track hari itu memberikan kontribusi signifikan.
“Kami fokus pada stabilitas di tikungan cepat, dan tim berhasil menemukan setelan yang tepat,” ujar Bulega dalam konferensi pers singkat setelah sesi berakhir. “Lecuona memang pembalap yang sangat kuat, tetapi hari ini kami berhasil menyalipnya dengan konsistensi lap yang lebih tinggi.”
Sementara itu, Lecuona mengakui bahwa Bulega memberikan tantangan baru. “Saya menghargai performa Bulega, dia sangat cepat di lintasan ini. Kami akan meninjau data dan mencari cara untuk kembali menjadi yang terdepan di Superpole,” kata Lecuona.
Impak dari hasil FP3 Hungaria tidak hanya terasa pada leaderboard, tetapi juga pada strategi tim. Red Bull KTM Ajo kini menilai peluang podium lebih besar, sementara tim Lecuona harus mengevaluasi kembali setup motor mereka. Analisis teknis menunjukkan bahwa tekanan ban belakang Bulega sedikit lebih tinggi, memberi traksi ekstra pada akselerasi keluar tikungan.
Selain Bulega dan Lecuona, beberapa pembalap lain juga menunjukkan performa yang menarik. Alvaro Bautista, yang sebelumnya mengalami kesulitan di lintasan basah, berhasil menurunkan waktunya menjadi ketiga tercepat berkat perbaikan pada sistem elektronik motor. Julián Simón, pembalap muda asal Spanyol, juga menempati posisi empat dengan catatan konsistensi yang baik.
Para pengamat WorldSBK menilai bahwa hasil FP3 Hungaria menambah ketegangan menuju Superpole. “Sesi latihan terakhir ini sering menjadi indikator siapa yang akan menguasai pole position,” ujar analis motorsport, Dimas Pratama. “Jika Bulega mampu mempertahankan ritme ini, kita bisa menyaksikan perubahan signifikan dalam peta persaingan musim ini.”
Superpole yang dijadwalkan pada hari berikutnya akan menjadi panggung utama bagi para pembalap untuk mengamankan posisi start terbaik. Dengan hasil FP3 Hungaria yang memecah pola dominasi Lecuona, harapan fans semakin tinggi menantikan pertarungan sengit di lintasan. Penonton di Balaton Park diprediksi akan menyaksikan balapan yang penuh aksi, terutama pada fase akhir lomba di mana kecepatan maksimum dan teknik pengereman akan menjadi penentu utama.
Secara keseluruhan, sesi FP3 Hungaria menegaskan bahwa kompetisi WorldSBK 2026 masih sangat terbuka. Bulega telah menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pembalap pendatang, melainkan ancaman nyata bagi para juara berpengalaman. Lecuona, di sisi lain, harus kembali ke garasi untuk menyesuaikan strategi dan mencari cara mengembalikan kejayaannya. Pertarungan di Superpole akan menjadi ajang uji coba sejati bagi semua tim, dan balapan final di Balaton Park menjanjikan aksi yang tak terlupakan bagi para pecinta motorsport.







