TendanganBebas – 15 April 2026 | Sabtu malam (8 Maret 2025) di Stadion Anfield menjadi saksi drama klasik Liga Inggris. Liverpool, yang sempat tertinggal lewat gol tunggal Will Smallbone pada akhir babak pertama, berhasil membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-1 melawan Southampton. Gol pembuka Southampton muncul setelah kesalahan koordinasi antara bek tengah Virgil van Dijk dan kiper Alisson, namun The Reds tidak menyerah. Pada menit ke-51, Darwin Nunez menyeimbangkan kedudukan setelah menerima umpan tarik dari Luis Diaz. Dua menit kemudian, Mohamed Salah mengeksekusi penalti yang diberikan setelah Smallbone menjegal Nunez di dalam kotak penalti, menjadikan Liverpool unggul 2-0. Gol ketiga datang lewat gol penalti kedua yang juga diambil oleh Salah, menutup skor akhir 3-1.
Kemenangan ini mengokohkan posisi Liverpool di puncak klasemen Liga Inggris dengan 70 poin dari 29 laga, unggul 16 poin dari sekutu sekota, Arsenal, yang berada di posisi kedua. Sementara itu, Southampton terpuruk ke dasar klasemen dengan hanya sembilan poin, menandakan perjuangan keras mereka untuk menghindari degradasi.
Di sisi lain, musim ini tidak bersahabat bagi Tottenham Hotspur. Klub asal London Utara terperangkap di zona degradasi sejak pertengahan musim, dipicu oleh serangkaian hasil buruk, cedera pemain kunci, dan kurangnya konsistensi taktik. Analisis menyebutkan bahwa ketidakmampuan Tottenham untuk mengeksekusi serangan sayap, serta pertahanan yang sering terlepas, menjadi faktor utama kemunduran mereka. Sekarang, tekanan semakin besar menjelang putaran akhir Liga Inggris, dengan harapan manajemen dapat menemukan formula kemenangan sebelum batas akhir musim.
Sementara persaingan domestik memanas, panggung Eropa menyajikan cerita berbeda bagi Liverpool. Pada perempat final UEFA Champions League 2025/2026, The Reds bertemu Paris Saint-Germain dalam leg pertama yang digelar di Parc des Princes. PSG, yang baru saja mencatatkan sejarah sebagai juara Champions League pertama mereka pada musim 2024/2025 dengan kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan, tampil dominan dan meraih kemenangan 2-0 di leg pertama. Leg kedua dijadwalkan di Anfield pada 15 April 2026, namun hasil akhir mengukir catatan pahit bagi Liverpool yang tersingkir dengan agregat 4-0. Kekalahan ini menambah beban pada pelatih Arne Slot, yang sebelumnya harus menyesuaikan strategi setelah pergantian pemain penting pada jeda pertandingan melawan Southampton.
Keberhasilan PSG di panggung Eropa juga menegaskan dominasi klub Inggris di kompetisi tersebut. Sejak dimulainya turnamen pada 1955, klub Inggris telah mengumpulkan 16 gelar, berada di urutan kedua setelah Spanyol dengan 20 gelar. PSG, meski merupakan klub Prancis, berhasil mengalahkan empat tim Inggris dalam dua musim terakhir, termasuk Liverpool yang kini harus menata kembali ambisinya di Liga Inggris setelah kegagalan di Liga Champions.
Statistik liga menunjukkan bahwa Liverpool tidak hanya unggul dalam poin, tetapi juga dalam selisih gol dan efektivitas serangan. Di babak pertama melawan Southampton, Liverpool mencatat dua peluang emas yang berhasil diblokir kiper Aaron Ramsdale, namun pada babak kedua mereka meningkatkan intensitas pressing dan menambah tekanan pada lini pertahanan lawan. Pergantian taktik yang melibatkan Andrew Robertson, Alexis Mac Allister, dan Harvey Elliott setelah turun minum terbukti berhasil, menambah dimensi serangan yang lebih variatif.
Di luar lapangan, dinamika transfer dan kebijakan keuangan klub tetap menjadi sorotan. Pemain termahal Liga Inggris, yang tidak ingin terlibat dalam benturan fisik berlebih, dikabarkan menolak beberapa tawaran klub rival, menambah ketidakpastian dalam struktur skuad Liverpool ke depan. Sementara itu, Arsenal masih berupaya menutup jarak dengan Liverpool, namun belum mampu meniru konsistensi kemenangan yang ditunjukkan The Reds.
Keseluruhan, musim 2024/2025 Liga Inggris menampilkan kontras yang tajam antara dominasi Liverpool di domestik, kegagalan mereka di panggung Eropa, serta krisis yang melanda Tottenham Hotspur. Pertarungan di papan atas klasemen terus berlanjut, sementara klub-klub yang berada di zona relegasi berjuang keras untuk bertahan. Dengan sisa beberapa pekan kompetisi, sorotan akan tertuju pada bagaimana Liverpool mempertahankan keunggulan mereka, apakah Tottenham dapat menghindari turun kelas, dan bagaimana PSG akan melanjutkan dominasinya di kompetisi internasional.





