TendanganBebas.com – 13 Agustus 2026 | Bentrokan maut dilaporkan terjadi di atas kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, yang dikerahkan di tengah berkecamuknya perang antara AS dan Iran. Dalam bentrokan tersebut, tujuh personel Angkatan Laut AS tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Insiden tersebut bermula ketika seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke USS Abraham Lincoln untuk menanggapi keluhan-keluhan yang semakin meningkat dari para awak kapal. Keluhan ini muncul menyusul protes yang disampaikan pihak keluarga para tentara AS terkait lamanya masa penugasan kapal induk tersebut.
Penasihat CENTCOM itu disambut cemoohan dan lemparan botol air saat berbicara di hadapan para personel Angkatan Laut AS yang berkumpul. Situasi kemudian dengan cepat berubah menjadi bentrokan fisik yang ganas. Konfrontasi kemudian berkembang menjadi perkelahian di antara anggota kru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya luka-luka.
Insiden ini mencerminkan semakin meningkatnya keresahan di kalangan awak kapal dan tekanan yang kian memuncak di dalam internal militer AS akibat masa pengerahan yang berkepanjangan. Kapal induk USS Abraham Lincoln telah menjalani penugasan selama 263 hari dan saat ini beroperasi di Samudra Hindia, dengan misi utama menegakkan blokade laut ilegal terhadap Iran.
Kondisi kru disebut semakin tegang menyusul kekhawatiran mengenai perpanjangan masa pengerahan kapal. Keluarga para personel militer telah menyuarakan kekhawatiran mengenai kelelahan, kesehatan mental, serta dampak dari tempo operasional yang berkepanjangan terhadap kemampuan awak kapal dalam menjalankan tugas mereka dengan aman.
Dalam sebuah pertemuan di San Diego, sekitar 200 kerabat mendesak Penjabat Menteri Angkatan Laut AS, Hung Cao, untuk menanggapi kondisi di kapal induk tersebut serta ketidakjelasan jadwal kepulangan para awak kapal. Laporan kematian di kapal Abraham Lincoln ini menyusul insiden serius lainnya yang melibatkan kapal USS Gerald R. Ford.
Kapal Abraham Lincoln telah berada di laut selama 208 hari berturut-turut, masa penugasan tanpa henti terlama bagi kapal induk AS mana pun di era modern, kecuali untuk singgah sebentar di Oman pada bulan Juli. Para personel dilaporkan telah memprotes pasokan makanan yang tidak memadai; porsi makan bahkan dikurangi hingga hanya tersisa setengah cangkir nasi dan dua potong daging.
Fasilitas binatu kapal induk juga tidak beroperasi selama dua minggu, sementara keberadaan jamur di area kamar mandi telah menyebabkan infeksi jamur pada sejumlah awak kapal. Laporan mengenai kekerasan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait kondisi kehidupan dan kerja yang dihadapi oleh sekitar 5.000 pelaut dan Marinir di kapal induk tersebut.
Insiden ini menunjukkan bahwa tekanan yang dihadapi oleh awak kapal USS Abraham Lincoln telah mencapai titik yang sangat kritis, dan perlu perhatian serius dari pihak militer AS untuk mengatasi masalah ini dan memastikan keselamatan serta kesejahteraan para awak kapal.
Kesimpulan dari insiden ini adalah bahwa perang yang berkepanjangan antara AS dan Iran telah menyebabkan tekanan yang sangat besar pada awak kapal USS Abraham Lincoln, dan perlu adanya solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ini dan memastikan keselamatan serta kesejahteraan para awak kapal.






