TendanganBebas.com – 10 Juni 2026 | Pelatih kepala Pelita Jaya Jakarta, David Singleton, menegaskan keyakinannya bahwa timnya memiliki peluang besar untuk melaju ke babak final IBL 2026. Pernyataan tersebut muncul setelah timnya menorehkan kemenangan impresif pada Game 2 melawan Dewa United Banten, sebuah laga yang memperlihatkan dominasi tak terbantahkan dari sisi serangan dan pertahanan.
Singleton, yang telah menghabiskan beberapa musim terakhir membimbing Pelita Jaya, menilai bahwa kombinasi pengalaman pemain lokal dengan tambahan bakat asing memberikan keseimbangan taktik yang tepat. “Kami telah bekerja keras dalam setiap sesi latihan, memperbaiki eksekusi skema ofensif serta memperkuat koordinasi pertahanan. Hasilnya terlihat jelas pada pertandingan kemarin,” ujar Singleton dalam konferensi pers pasca laga.
Game 2 melawan Dewa United Banten menjadi saksi nyata dari strategi yang diterapkan oleh Singleton. Dari awal pertandingan, Pelita Jaya menekan lawan dengan tempo tinggi, memanfaatkan kecepatan guard dan kemampuan penyerangan interior. Tim berhasil mencetak 30 poin pada kuarter pertama, mengunci keunggulan yang sulit dipulihkan oleh Dewa United.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran pemain kunci seperti point guard veteran yang berhasil mengatur serangan, serta forward yang mencetak poin penting di area cat. Selain itu, kontribusi signifikan datang dari pemain impor yang menambah dimensi baru pada lini serang, memberikan variasi tembakan tiga angka dan serangan balik cepat.
Di sisi pertahanan, Pelita Jaya menunjukkan disiplin tinggi dengan menekan lawan di perimeter dan menutup jalur masuk ke paint. Press full‑court yang diterapkan pada menit-menit kritis berhasil memaksa Dewa United melakukan turnover, yang kemudian diubah menjadi poin mudah bagi Pelita Jaya. Hasil akhir pertandingan menegaskan keunggulan tim, dengan selisih yang cukup lebar.
Setelah kemenangan tersebut, Singleton mengungkapkan rencana taktis yang akan diterapkan pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam eksekusi, terutama dalam transisi cepat serta pertahanan zona yang dapat menghambat serangan lawan. “Kami tidak akan berpuas diri dengan satu kemenangan. Fokus kami adalah mempertahankan intensitas, memperbaiki detail kecil, dan terus meningkatkan chemistry tim,” kata Singleton.
Para pemain pun tampak termotivasi dengan kata-kata sang pelatih. Kapten tim menyatakan kebanggaan mereka bisa menampilkan permainan kolektif yang solid, sekaligus menantang diri untuk terus meningkatkan performa di setiap laga. “Kami percaya pada visi pelatih, dan kami siap memberikan yang terbaik untuk mendukungnya,” ujar sang kapten.
Para analis basket Indonesia menilai bahwa Pelita Jaya berada pada posisi yang menguntungkan untuk melaju ke final, asalkan mereka mampu menjaga konsistensi dan mengatasi tekanan di pertandingan-pertandingan krusial. Statistik tim menunjukkan peningkatan persentase tembakan tiga angka serta efisiensi pertahanan yang lebih baik dibandingkan fase grup sebelumnya.
Selain aspek taktik, faktor kebugaran juga menjadi sorotan penting. Tim medis Pelita Jaya melaporkan kondisi fisik pemain berada pada level optimal, dengan program pemulihan yang terstruktur dan pemantauan nutrisi yang ketat. Hal ini memungkinkan pemain untuk tampil maksimal di setiap menit pertandingan.
Di luar lapangan, dukungan suporter juga menjadi pendorong semangat tim. Fans Pelita Jaya yang hadir dalam jumlah besar di arena memberikan sorakan berirama, menciptakan atmosfir yang mendukung perjuangan tim. Singleton mengapresiasi antusiasme tersebut, menyatakan bahwa energi positif dari penonton menjadi bahan bakar tambahan bagi pemain.
Menatap sisa kompetisi, Singleton mengingatkan bahwa setiap lawan memiliki keunggulan masing‑masing. Oleh karena itu, persiapan mental dan taktik harus terus disesuaikan. “Kami akan melakukan scouting intensif, mempelajari pola permainan lawan, dan menyiapkan skema yang fleksibel. Tujuan akhir kami jelas, yaitu mengangkat trofi juara IBL 2026,” tegasnya.
Dengan tekad yang kuat, strategi yang matang, serta dukungan penuh dari seluruh elemen klub, Pelita Jaya tampak berada di jalur yang tepat untuk mencapai final. Waktu akan menentukan apakah keyakinan Singleton dapat terwujud menjadi gelar juara.
