Enzo Maresca Debut di Manchester City Gagal, Inter Milan Menang lewat Adu Penalti

oleh -0 Dilihat

TendanganBebas.com – 01 Agustus 2026 | Enzo Maresca, mantan gelandang Italia yang pernah berkiprah di Premier League, resmi memimpin Manchester City untuk pertama kalinya pada pertandingan persahabatan melawan Inter Milan di Hong Kong pada Sabtu (23 September). Pertemuan yang dijadwalkan sebagai bagian dari tur pra-musim ini diharapkan menjadi ajang evaluasi taktik dan kebugaran, namun berakhir dengan kekecewaan bagi sang pelatih baru.

Garis akhir menunjukkan hasil imbang 1-1 setelah 90 menit reguler. Gol pembuka dicetak oleh Inter Milan lewat serangan balik cepat di menit ke-27, dipimpin oleh Romelu Lukaku yang menyelesaikan dengan tembakan kaki kiri yang menaklukkan penjaga gawang Ederson. Namun, City berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi kolektif pada menit ke-63, ketika Phil Foden menyalurkan bola kepada Kevin De Bruyne yang menembak keras ke sudut atas gawang.

Baca juga:

Skor akhir 1-1 tidak cukup untuk menentukan pemenang, sehingga pertandingan berlanjut ke adu penalti. Di sinilah Inter Milan menunjukkan ketenangan ekstra, mengeksekusi lima tembakan tanpa kegagalan, sementara Manchester City hanya mampu mengkonversi tiga dari lima kesempatan. Akibatnya, City harus menelan kekalahan pertama Maresca di level klub.

Berikut rangkuman statistik utama pertandingan:

Baca juga:
  • Possession: Manchester City 55% – Inter Milan 45%
  • Shots on target: City 7 – Inter 5
  • Fouls: City 12 – Inter 9
  • Yellow cards: City 2 (John Stones, Jack Grealish) – Inter 1 (Milan Skriniar)

Selain hasil akhir, banyak poin penting yang dapat diambil oleh Maresca untuk fase kompetisi resmi yang akan datang. Pertama, pemain sayap seperti Riyad Mahrez dan Jack Grealish tampak masih beradaptasi dengan sistem permainan baru yang menekankan tekanan tinggi dan pergerakan bola cepat. Kedua, lini tengah menunjukkan kecocokan yang masih perlu dipoles, terutama dalam transisi pertahanan-ke-serangan.

Di sisi lain, Inter Milan menampilkan penampilan solid yang memperlihatkan kedalaman skuad mereka. Lukaku kembali menunjukkan kecepatan dan kekuatan fisiknya, sementara Nicolo Barella mengatur ritme permainan dari tengah. Penampilan mereka dalam adu penalti juga menegaskan mentalitas tim yang kuat di bawah tekanan.

Baca juga:

Para pengamat tak hanya menyoroti aspek teknis, tetapi juga dinamika kepemimpinan Maresca. Sebagai mantan asisten Pep Guardiola, ia kini dihadapkan pada tantangan mengimplementasikan filosofi kepemilikan bola dan pressing intensif. Kegagalan dalam adu penalti menambah beban pada reputasinya, namun masih ada ruang bagi perbaikan selama fase kompetisi domestik dan Eropa.

Para pemain Manchester City juga memberikan komentar singkat setelah pertandingan. Kevin De Bruyne menyebut bahwa “kita butuh lebih banyak ketajaman dalam menyelesaikan peluang,” sementara Phil Foden menilai bahwa “kita harus meningkatkan konsistensi pertahanan, terutama pada set-piece.”

Baca juga:

Sementara itu, pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, mengapresiasi performa timnya dan menekankan pentingnya menjaga konsistensi selama fase pre-season. “Kami menguji taktik baru dan menyiapkan pemain untuk tantangan musim depan,” ujar Inzaghi dalam konferensi pers singkat.

Ke depannya, Manchester City dijadwalkan menggelar beberapa laga persahabatan lainnya, termasuk pertandingan melawan tim lokal Hong Kong serta kunjungan ke Asia Tenggara. Semua ini akan menjadi batu loncatan bagi Maresca dalam menyusun skuad yang kompetitif, terutama menjelang kompetisi Premier League dan Liga Champions.

Baca juga:

Secara keseluruhan, debut Enzo Maresca di Manchester City berakhir pahit, namun bukan berarti masa depan sang manajer harus diragukan. Kegagalan dalam adu penalti menjadi pelajaran berharga yang dapat dijadikan dasar perbaikan taktik dan mentalitas pemain. Dengan dukungan penuh dari manajemen dan fans, harapan tetap tinggi bagi City untuk meraih gelar-gelar utama di musim mendatang.

Dengan meninjau performa tim secara menyeluruh, terutama dalam hal transisi, eksekusi akhir, dan disiplin defensif, Maresca memiliki peluang untuk mengubah kekurangan menjadi keunggulan. Jika ia dapat mengoptimalkan potensi pemain bintang seperti Erling Haaland, Phil Foden, dan Bernardo Silva, serta menambah kedalaman pada posisi sayap, City dapat kembali mendominasi lanskap sepak bola Eropa.

Kesimpulannya, pertandingan persahabatan ini menjadi cermin bagi Manchester City untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan di bawah asuhan baru. Meski hasilnya tidak memuaskan, proses pembelajaran yang terjadi di Hong Kong menjadi landasan penting bagi perjalanan musim depan.

Tentang Penulis: Kolbe Lenard

Gambar Gravatar
Di antara deru mesin dan gemerisik bulu kucing, Kolbe Lenard menenun kata‑kata menjadi jejak digital yang mengalir dari Semarang. Tahun 2020 menjadi titik tolak, ketika hobi menulisnya beralih dari catatan pribadi menjadi panggung blog yang memikat. Kini, tiap tulisan ia layangkan seperti cahaya rembulan, menginspirasi pembaca menapaki jalan impian mereka dengan semangat yang tak pernah padam.