TendanganBebas.com – 04 Juni 2026 | Pelatih Panathinaikos, Ergin Ataman, kembali menjadi sorotan media setelah timnya mengalami kekalahan 82-76 di depan tribun Olimpiakos dalam pertandingan pembukaan final Kejuaraan Yunani. Kegagalan tersebut tidak hanya menambah beban pada papan skor, melainkan juga memicu kemarahan Ataman terhadap keputusan wasit yang dianggapnya tidak adil.
Sejak peluit pertama, pertandingan berlangsung sengit dengan kedua tim saling mengincar keunggulan. Olympiacos, yang bermain di kandang sendiri, berhasil memanfaatkan keunggulan dukungan suporter untuk menekan Panathinaikos secara konsisten. Meskipun Panathinaikos sempat memperkecil selisih menjadi tiga poin pada kuarter keempat, keputusan-keputusan kontroversial dari wasit menjadi titik balik yang menentukan hasil akhir.
Setelah peluit akhir, Ataman langsung menghadap wartawan dengan nada tegas. Ia menuduh wasit telah melakukan beberapa panggilan yang tidak konsisten, terutama dalam hal pelanggaran travelling dan foul ofensif. “Saya tidak pernah melihat keputusan semacam ini dalam pertandingan tingkat internasional. Kami harus menerima hasil, tetapi kami tidak bisa menutup mata terhadap ketidakadilan yang terjadi,” ujar Ataman dalam konferensi pers singkat.
- Panggilan traveling pada pemain Panathinaikos di menit ke-12 yang tidak diberi peringatan sebelumnya.
- Foul ofensif yang diberikan kepada pemain Olympiacos pada menit ke-28, padahal rekaman video menunjukkan tidak ada kontak signifikan.
- Penghentian permainan yang berlangsung lebih lama untuk Olympiacos dibandingkan Panathinaikos, yang memberikan keuntungan tambahan dalam mengatur taktik.
Ataman menegaskan bahwa kritiknya bukan sekadar reaksi emosional, melainkan upaya untuk menuntut standar officiating yang lebih tinggi di kompetisi tersebut. Ia menambahkan, “Jika wasit tidak dapat menegakkan aturan secara konsisten, maka integritas kompetisi kita akan dipertanyakan. Kami menghargai kerja keras wasit, tetapi mereka harus bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.”
Sementara itu, pernyataan Ataman memicu beragam reaksi di kalangan penggemar dan analis. Sebagian besar suporter Panathinaikos menyambut baik keberanian pelatih mereka untuk bersuara, sementara sebagian kritikus menilai bahwa Ataman seharusnya fokus pada perbaikan taktik tim daripada mengalihkan perhatian pada faktor eksternal.
Di sisi lain, manajemen Olympiacos memberikan tanggapan singkat, menegaskan bahwa mereka menghormati keputusan wasit dan mengapresiasi performa tim mereka. “Kami bangga dengan kemenangan ini dan percaya bahwa pertandingan berjalan adil,” kata juru bicara klub.
Keputusan wasit yang dipertanyakan ini bukan kali pertama menimbulkan perdebatan dalam kompetisi basket Yunani. Beberapa pertandingan sebelumnya juga menyaksikan protes serupa dari tim-tim yang merasa dirugikan. Namun, kasus ini menjadi sorotan utama karena melibatkan dua klub terbesar di negara tersebut serta seorang pelatih dengan reputasi tinggi seperti Ergin Ataman.
Selanjutnya, Panathinaikos kini harus menyiapkan strategi untuk laga kedua, sementara Ataman berjanji akan terus memperjuangkan keadilan dalam setiap pertandingan yang dihadapinya. “Kami tidak akan membiarkan keputusan yang tidak adil menghalangi ambisi kami untuk menjadi juara. Tim kami akan belajar dari kekalahan ini dan kembali lebih kuat,” pungkasnya.
Dengan hasil pertama yang memberi keunggulan 1-0 bagi Olympiacos, seri final ini masih terbuka lebar. Kedua tim diperkirakan akan kembali bertarung dengan intensitas tinggi pada pertandingan berikutnya, dan mata publik tentu akan terus memperhatikan apakah keputusan wasit akan menjadi faktor penentu atau tidak.
