Italy Greece Friendly: Tim Muda Italia Raih Kemenangan Tipis 1-0 atas Yunani di Kreta

oleh -0 Dilihat

TendanganBebas.com – 08 Juni 2026 | Tim nasional Italia yang masih berusia muda berhasil menambah deretan kemenangan dalam dua laga persahabatan berurutan, menyelesaikan pekan panas musim panas dengan menaklukkan Yunani 1-0 di pulau Kreta. Kemenangan ini menjadi penyejuk hati para pendukung Azzurri yang masih merasakan kekecewaan tak terpilihnya ke putaran final Piala Dunia FIFA ketiga berturut‑turut.

Pertandingan yang digelar pada sore hari di sebuah stadion berkapasitas sedang di Kreta menyuguhkan aksi taktis yang terkontrol. Italia menurunkan skuad yang didominasi oleh pemain berusia di bawah 23 tahun, dengan beberapa nama yang telah menembus tim senior, seperti Federico Dimarco dan Niccolò Barella. Sementara Yunani, yang juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menguji pemain muda mereka, menurunkan formasi 4-3-3 dengan fokus pada serangan sayap.

Baca juga:

Serangan pertama datang pada menit ke‑23 ketika Italia memanfaatkan kesalahan pertahanan Yunani. Sebuah operan pendek dari Barella menemukan Dimarco di sisi kanan, yang kemudian menyalurkan bola ke dalam kotak penalti. Di sana, Andrea Pinamonti mengeksekusi sundulan tajam yang meleset tipis ke tiang gawang. Meski belum berhasil mencetak, peluang tersebut mengindikasikan potensi serangan Italia yang tajam.

Tekanan Italia semakin intensif pada babak pertama, namun Yunani mampu menahan dengan disiplin defensif. Kedua tim saling bertukar peluang, namun kiper masing-masing, yakni Mattia Perin untuk Italia dan Alexandros Paschalakis untuk Yunani, tampil sigap menolak tembakan berbahaya.

Baca juga:

Babak kedua dimulai dengan Italia yang meningkatkan tempo permainan. Pada menit ke‑57, sebuah serangan balik cepat dimulai dari lini belakang. Pemain bertahan Italia, Riccardo Calafiori, mengirimkan umpan panjang ke depan yang diterima oleh Alessandro Bastoni. Bastoni, setelah menembus pertahanan Yunani, melepaskan umpan terobosan ke dalam area terlarang. Di sana, Penamonti kembali berada di posisi mengancam dan berhasil menempatkan bola ke sudut bawah gawang, menandai gol pembuka pertama bagi Italia.

Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan. Yunani berusaha mengimbangi lewat serangan sayap, namun pertahanan Italia tetap solid. Dimarco, bersama dengan Calafiori, menutup ruang-ruang krusial dan memaksa lawan melakukan tembakan dari jarak jauh yang tak berbahaya.

Baca juga:

Menjelang menit ke‑78, Yunani hampir memperkecil selisih setelah sebuah tendangan sudut menghasilkan peluang kepala, namun kiper Perin melakukan penyelamatan gemilang yang memicu sorakan dari penonton lokal. Pada menit ke‑89, Italia hampir menambah gol lewat tendangan bebas yang diambil oleh Barella, namun bola melambung di atas mistar gawang.

Selang akhir pertandingan, peluit akhir berbunyi dengan skor 1-0 untuk Italia. Kemenangan ini menandai kemenangan kedua beruntun dalam rangkaian dua laga persahabatan, memperkuat moral tim muda Italia menjelang fase persiapan kompetisi internasional berikutnya.

Baca juga:

Pelatih Italia, Roberto Mancini, memberikan pujian kepada para pemain muda atas etos kerja dan disiplin taktik yang ditunjukkan. “Kami melihat perkembangan signifikan pada setiap pemain. Kemenangan ini bukan sekadar hasil akhir, tetapi juga proses belajar yang penting untuk masa depan tim nasional,” ujar Mancini dalam konferensi pers singkat setelah pertandingan.

Sementara itu, pelatih Yunani, Gus Poyet, menilai bahwa timnya masih membutuhkan waktu untuk menyatu. “Kami akan meninjau kembali taktik dan memberikan kesempatan lebih banyak kepada pemain muda kami. Pengalaman melawan tim kuat seperti Italia sangat berharga,” katanya.

Baca juga:

Statistik pertandingan menegaskan dominasi Italia dalam penguasaan bola, dengan persentase kepemilikan mencapai 58% dibandingkan 42% milik Yunani. Italia mencatat 7 tembakan, 3 di antaranya tepat sasaran, sementara Yunani hanya menghasilkan 4 tembakan dengan 1 tepat sasaran. Kedua tim masing‑masing mencatat 2 kartu kuning, tanpa adanya kartu merah.

Dengan hasil ini, Italia kini memiliki catatan dua kemenangan tanpa kekalahan dalam laga persahabatan, menambah kepercayaan diri menjelang kompetisi resmi yang akan datang. Sementara Yunani kembali ke rumah dengan catatan kekalahan, namun pengalaman melawan tim bertalenta tinggi seperti Italia diharapkan menjadi modal pengembangan tim nasional mereka.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan bahwa tim muda Italia memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional, meski belum berhasil menembus fase kualifikasi Piala Dunia. Keberhasilan mereka dalam Italy Greece friendly ini menjadi bukti bahwa generasi baru Azzurri siap mengisi kembali posisi para veteran yang lebih senior.

Tentang Penulis: Kolbe Lenard

Gambar Gravatar
Di antara deru mesin dan gemerisik bulu kucing, Kolbe Lenard menenun kata‑kata menjadi jejak digital yang mengalir dari Semarang. Tahun 2020 menjadi titik tolak, ketika hobi menulisnya beralih dari catatan pribadi menjadi panggung blog yang memikat. Kini, tiap tulisan ia layangkan seperti cahaya rembulan, menginspirasi pembaca menapaki jalan impian mereka dengan semangat yang tak pernah padam.