Jamie Carragher Kritik Transfer Jordan Henderson ke Chelsea

oleh -0 Dilihat

TendanganBebas.com – 06 Agustus 2026 | Transfer musim panas ini telah membawa banyak perubahan pada tim-tim Liga Inggris, termasuk Chelsea yang merekrut Jordan Henderson dengan status bebas transfer. Namun, mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, telah mengkritik keputusan tersebut.

Carragher, yang telah menjadi komentator sepak bola yang terkenal, merasa bahwa langkah Chelsea kurang tepat dalam merekrut Henderson. Ia mengatakan bahwa Henderson tidak memiliki kualitas yang cukup untuk menjadi pemain utama pada tim Chelsea.

Baca juga:

Carragher menyebut bahwa Henderson telah memainkan peran besar pada Liverpool selama musim-musim terakhir, tetapi ia tidak yakin bahwa pemain tersebut dapat menjadi pemain utama pada tim Chelsea.

Baca juga:

Carragher tidak hanya mengkritik keputusan Chelsea, tetapi juga menyerang kepemimpinan tim tersebut. Ia mengatakan bahwa pemimpin tim Chelsea, Jorginho, tidak memiliki kualitas yang cukup untuk menjadi pemain utama.

Baca juga:

Carragher juga mengkritik keputusan Chelsea dalam merekrut pemain lainnya, seperti Kai Havertz dan Timo Werner. Ia mengatakan bahwa kedua pemain tersebut tidak memiliki kualitas yang cukup untuk menjadi pemain utama pada tim Chelsea.

Baca juga:

Carragher tidak hanya mengkritik keputusan Chelsea, tetapi juga menyerang kepemimpinan tim tersebut. Ia mengatakan bahwa pemimpin tim Chelsea, Jorginho, tidak memiliki kualitas yang cukup untuk menjadi pemain utama.

Baca juga:

Carragher juga mengkritik keputusan Chelsea dalam merekrut pemain lainnya, seperti Kai Havertz dan Timo Werner. Ia mengatakan bahwa kedua pemain tersebut tidak memiliki kualitas yang cukup untuk menjadi pemain utama pada tim Chelsea.

Tentang Penulis: Tiban Tampanatu Tampanatu

Gambar Gravatar
Kita dulu sering lihat Tiban ngopi di sudut kafe Tangerang, sambil mengorek catatan dari tumpukan buku sejarah yang selalu menemaninya sejak kecil di rumah penuh percakapan wartawan. Pada 2019, ia meluncur ke dunia menulis, menggabungkan rasa penasaran akan masa lalu dengan adrenalin turnamen e‑sports yang selalu jadi bahan lelucon di antara kami. Sekarang, setiap karyanya terasa seperti cerita lama yang dibalut dengan semangat digital, membuat pembaca betah berlama‑lama mengulik tiap barisnya.