TendanganBebas.com – 05 Agustus 2026 | Kekerasan di kelas merupakan salah satu masalah yang semakin meningkat di berbagai negara. Menurut laporan terbaru dari Trade Union of Education (OAJ), kekerasan dan ancaman kekerasan terhadap guru telah meningkat secara signifikan.
Data menunjukkan bahwa 14% responden telah mengalami kekerasan di tempat kerja selama setahun terakhir, meningkat dari 10% pada survei sebelumnya. Guru perempuan dan mereka yang berusia di bawah 40 tahun merupakan korban kekerasan paling umum.
Sementara itu, di India, seorang guru dibunuh oleh penguntitnya di depan kelas. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan guru dan siswa di sekolah.
Di lain pihak, beberapa sekolah berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperbarui peralatan dan teknologi. Salah satu contohnya adalah sekolah di Charleston, S.C., yang meluncurkan kampanye penggalangan dana untuk membeli peralatan media yang lebih baik.
David Orazietti, seorang pendidik yang telah pensiun, juga membahas tentang pentingnya memahami bagaimana siswa belajar dan mengembangkan strategi pengajaran yang efektif. Ia menekankan bahwa guru harus memahami berbagai model pengajaran dan teori belajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran tentang kekerasan di kelas dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi semua. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu siswa mencapai potensi mereka.





