Konsorsium Amanda Staveley Siap Beli Saham West Ham

oleh -0 Dilihat
Konsorsium Amanda Staveley Siap Beli Saham West Ham
Konsorsium Amanda Staveley Siap Beli Saham West Ham

TendanganBebas.com – 03 Agustus 2026 | Konsorsium yang dipimpin oleh Amanda Staveley telah mencapai kesepakatan untuk membeli 25,1% saham West Ham setelah Vanessa Gold, putri mantan ketua David Gold, setuju untuk menjual saham keluarganya di klub Championship.

Langkah ini diambil setelah penjualan yang telah disepakati sebelumnya kepada rekan pemegang saham dan pengusaha Ceko Daniel Kretinsky gagal. Amanda Staveley, yang pernah membantu memimpin konsorsium Arab Saudi untuk mengambil alih Newcastle, kini siap untuk memasuki dunia sepak bola Inggris dengan membeli saham West Ham.

Baca juga:

Vanessa Gold, yang mewakili keluarga Gold, telah memutuskan untuk melepas saham keluarganya di West Ham setelah beberapa tahun terlibat dalam klub tersebut. Keputusan ini diambil setelah pertimbangan yang matang dan dengan harapan bahwa konsorsium baru dapat membawa kesuksesan lebih besar bagi West Ham.

Baca juga:

Konsorsium Amanda Staveley dikenal karena kemampuan mereka dalam mengelola dan mengembangkan klub sepak bola. Dengan pengalaman yang luas dalam bisnis dan olahraga, mereka diyakini dapat membawa West Ham ke tingkat yang lebih tinggi dan membantu klub tersebut mencapai tujuan mereka.

Baca juga:

Penjualan saham West Ham ini diharapkan dapat segera diselesaikan dan konsorsium baru dapat mulai bekerja sama dengan klub untuk membangun masa depan yang lebih cerah. Dengan demikian, West Ham dapat terus berkembang dan menjadi salah satu klub terkuat di Inggris.

Baca juga:

Di akhir, kesepakatan ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi West Ham dan penggemar klub tersebut. Dengan konsorsium baru yang dipimpin oleh Amanda Staveley, West Ham diharapkan dapat mencapai kesuksesan lebih besar dan menjadi klub yang lebih kuat di masa depan.

Baca juga:

Tentang Penulis: Tiban Tampanatu Tampanatu

Gambar Gravatar
Kita dulu sering lihat Tiban ngopi di sudut kafe Tangerang, sambil mengorek catatan dari tumpukan buku sejarah yang selalu menemaninya sejak kecil di rumah penuh percakapan wartawan. Pada 2019, ia meluncur ke dunia menulis, menggabungkan rasa penasaran akan masa lalu dengan adrenalin turnamen e‑sports yang selalu jadi bahan lelucon di antara kami. Sekarang, setiap karyanya terasa seperti cerita lama yang dibalut dengan semangat digital, membuat pembaca betah berlama‑lama mengulik tiap barisnya.