Moh Zaki Ubaidillah Goyang Australia Open 2026: Tumbangkan Lee Cheuk Yiu ke Perempat Final

oleh -0 Dilihat

TendanganBebas.com – 11 Juni 2026 | Sydney menjadi saksi salah satu kejutan terbesar pada babak pertama Australia Open 2026 BWF World Tour Super 500. Bintang muda Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, berhasil menyingkirkan unggulan kedelapan asal Hong Kong, Lee Cheuk Yiu, dengan skor meyakinkan 21-13, 21-15. Kemenangan ini tidak hanya mengantar Zabaidillah melaju ke perempat final, tetapi juga menegaskan kebangkitan bulu tangkis Indonesia di panggung dunia.

Berusia 22 tahun, Moh Zaki Ubaidillah telah menunjukkan progres signifikan sejak debutnya di sirkuit internasional dua tahun lalu. Memiliki gaya permainan yang agresif dan footwork yang lincah, ia mampu mengendalikan rally sejak awal. Sebelumnya, ia menorehkan beberapa penampilan mengesankan di turnamen tingkat Challenger, namun belum pernah mengalahkan pemain berperingkat top 10 dalam sebuah event Super 500. Pertemuan melawan Lee Cheuk Yiu menjadi ujian pertama bagi Zabaidillah untuk membuktikan dirinya di level tertinggi.

Baca juga:

Di sisi lain, Lee Cheuk Yiu masuk ke turnamen ini dengan peringkat dunia ke-8 dan reputasi sebagai pemain yang konsisten dalam mengeksekusi smash berkecepatan tinggi. Penampilannya di Australia Open sebelumnya berjalan mulus, mengalahkan dua lawan tanpa kesulitan. Harapan besar ditempatkan padanya untuk melaju ke babak semifinal, menjadikan kemenangan Moh Zaki Ubaidillah semakin mengagetkan para pengamat.

Pertandingan berlangsung pada 15 Januari 2026 di Sydney International Stadium. Dari awal, Zabaidillah menunjukkan tekanan yang tinggi dengan servis cepat dan variasi drop shot yang menambah kebingungan lawan. Pada game pertama, ia mengamankan 12 poin pertama, memaksa Lee berjuang keras untuk kembali dalam permainan. Meskipun Lee mencoba memperlambat tempo dengan rally bertahan, Zabaidillah tetap menguasai net dan menutup poin dengan smash yang tajam, mengakhiri game pertama dengan 21-13.

Baca juga:

Game kedua tidak kalah menegangkan. Lee berhasil menyesuaikan strategi, meningkatkan kecepatan footwork, dan mencoba mengubah arah serangan. Namun, Moh Zaki Ubaidillah tetap tampil disiplin, mengurangi jumlah error tidak dipaksa dan memanfaatkan setiap peluang lewat pukulan forehand yang akurat. Pada menit ke-23, Zabaidillah mencetak poin krusial berkat rally panjang 20 pukulan, menandai jeda psikologis bagi Lee. Skor akhir game kedua 21-15 memastikan kemenangan Zabaidillah dengan dua set bersih.

Berikut ini adalah rangkuman statistik utama pertandingan:

Baca juga:
  • Skor akhir: 21-13, 21-15
  • Jumlah smash berhasil Zabaidillah: 18 dari 22
  • Jumlah unforced error Lee Cheuk Yiu: 12
  • Rally terpanjang: 20 pukulan (game kedua)
  • Durasi pertandingan: 38 menit

Reaksi dari tribun tidak kalah semarak. Pendukung Indonesia yang hadir di arena memberikan sorakan bergemuruh setiap kali Zabaidillah menguasai rally. Pelatih tim nasional, Coach Agus Susanto, memuji penampilan sang pemain muda, menyatakan, “Dia bermain dengan keberanian yang luar biasa, menunjukkan bahwa generasi baru Indonesia siap bersaing di level tertinggi.” Sementara itu, media Hong Kong menilai kekalahan Lee sebagai “kejutan tak terduga” namun tetap mengakui kualitas permainan Zabaidillah.

Kemenangan ini membuka peluang Moh Zaki Ubaidillah untuk bertemu dengan salah satu pemain top dunia di perempat final. Jadwal pertandingan berikutnya menempatkannya melawan pemenang antara pemain peringkat tiga dunia, Viktor Axelsen, dan pemain asal Jepang, Kento Momota. Kedua lawan tersebut memiliki pengalaman bertanding di final besar, sehingga Zabaidillah harus menyiapkan strategi yang lebih matang untuk melanjutkan perjuangannya.

Baca juga:

Secara lebih luas, prestasi Zabaidillah menambah daftar nama-nama muda Indonesia yang berhasil menggebrak turnamen besar, seperti Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Keberhasilan ini mengindikasikan adanya kedalaman skuad bulu tangkis Indonesia yang siap bersaing dengan negara-negara kuat seperti China, Jepang, dan Denmark. Jika Zabaidillah dapat melanjutkan performa impresif ini, ia berpotensi menjadi salah satu bintang utama dalam upaya Indonesia merebut kembali gelar-gelar prestisius di level BWF World Tour.

Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan penuh dari federasi serta penggemar, Moh Zaki Ubaidillah kini menatap perempat final Australia Open 2026 dengan keyakinan. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian sejati bagi kemampuan teknis dan mentalnya. Bagi para penggemar bulu tangkis Indonesia, harapan besar kini terletak pada pundaknya, menanti apakah ia dapat melanjutkan gelombang kemenangan dan menambah catatan prestasi Indonesia di panggung dunia.

Baca juga:

Tentang Penulis: Tiban Tampanatu Tampanatu

Gambar Gravatar
Kita dulu sering lihat Tiban ngopi di sudut kafe Tangerang, sambil mengorek catatan dari tumpukan buku sejarah yang selalu menemaninya sejak kecil di rumah penuh percakapan wartawan. Pada 2019, ia meluncur ke dunia menulis, menggabungkan rasa penasaran akan masa lalu dengan adrenalin turnamen e‑sports yang selalu jadi bahan lelucon di antara kami. Sekarang, setiap karyanya terasa seperti cerita lama yang dibalut dengan semangat digital, membuat pembaca betah berlama‑lama mengulik tiap barisnya.