TendanganBebas.com – 22 April 2026 | AC Milan kembali menorehkan hasil tiga poin pada pekan keempat Serie A setelah melawan Hellas Verona di Stadio Marcantonio Bentegodi. Namun, kemenangan tipis 1-0 tersebut tidak mampu menutupi kekecewaan atas penampilan AC Milan yang jauh di bawah ekspektasi. Tim asal Milan tampak kesulitan mengendalikan ritme pertandingan, memberikan ruang bagi Verona untuk menekan di berbagai sektor lapangan.
Sejak peluit pertama, Verona menampilkan tekanan tinggi dan pola serangan yang terorganisir. Mereka memaksa lini tengah Milan untuk berulang-ulang melakukan clearing, sementara pertahanan belakang tampak rapuh menghadapi pergerakan sayap-sayap Verona. Kesulitan menguasai bola ini menjadi sorotan utama, terutama ketika Milan gagal menciptakan peluang jelas selama lebih dari setengah waktu pertama.
Di sisi lain, Adrien Rabiot muncul sebagai satu-satunya pahlawan bagi timnya. Pada menit ke-72, gelandang asal Prancis berhasil memanfaatkan kesalahan pertahanan Verona di daerah penalti. Rabiot menerima umpan pendek, menembus ruang, dan mengeksekusi tendangan tunggal yang meluncur ke sudut atas gawang, menambah keunggulan Milan 1-0. Gol tersebut tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga menegaskan peran krusial Rabiot dalam tim.
Meski demikian, gol tunggal itu tidak dapat menutupi sejumlah masalah taktis yang terlihat jelas. Posisi gelandang bertahan masih belum terdefinisi dengan baik, menyebabkan celah di tengah lapangan yang dimanfaatkan Verona. Selain itu, lini serang Milan yang biasanya produktif, kali ini tampak lesu. Tiada satu pun tembakan tepat sasaran dari pemain depan seperti Rafael Leão, Zlatan Ibrahimović, atau Olivier Giroud.
- Kepemilikan bola Milan hanya 42% selama 90 menit.
- Jumlah tembakan ke gawang hanya 3 kali, dibandingkan Verona yang mencetak 7 tembakan.
- Pass akurat Milan 71%, lebih rendah dibandingkan rata-rata tim Serie A.
Pelatih Stefano Pioli tampak frustrasi dengan penampilan AC Milan yang tidak konsisten. Ia memberi penekanan pada perlunya meningkatkan intensitas pressing dan kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang. Pioli juga menyoroti pentingnya peran Rabiot yang tidak hanya sekadar mencetak gol, tetapi juga menjadi pengatur ritme permainan di lini tengah.
Selain aspek taktik, faktor psikologis juga menjadi pembicaraan. Setelah serangkaian hasil kurang memuaskan, kepercayaan diri pemain tampak menurun. Tekanan untuk kembali ke jalur kemenangan membuat mereka mudah terserang saat Verona meningkatkan tempo di menit-menit akhir. Namun, kemampuan tim untuk menahan serangan balik Verona di menit 85-90 menunjukkan ketangguhan mental yang masih perlu diasah.
Statistik individu menunjukkan Rabiot menjadi sorotan utama. Dengan satu gol dan dua assist potensial, ia mencatatkan kontribusi ofensif terbesar dalam pertandingan. Sementara itu, pemain bertahan seperti Theo Hernández dan Fikayo Tomori tampak kurang sigap dalam mengantisipasi serangan sayap Verona, yang berulang kali mengirimkan crossing berbahaya ke kotak penalti.
Ke depan, Milan harus melakukan evaluasi menyeluruh. Tim memiliki jadwal padat, termasuk pertemuan melawan tim-tim papan atas Serie A. Perbaikan pada lini tengah dan penajaman lini serang menjadi kunci agar penampilan AC Milan tidak kembali mengalami penurunan serupa.
Kesimpulannya, meski berhasil mengamankan tiga poin berharga berkat gol tunggal Adrien Rabiot, AC Milan harus mengatasi berbagai kekurangan yang muncul pada laga melawan Verona. Tanpa perbaikan taktis dan mental, tim berisiko kehilangan momentum dalam perebutan posisi papan atas Serie A.






