Putellas Ganda Gol, Spanyol Hajar Inggris 4-0 dan Memaksa Lawan ke Playoff Euro Wanita

oleh -0 Dilihat

TendanganBebas.com – 06 Juni 2026 | Alexia Putellas kembali menunjukkan kelasnya di panggung internasional dengan mencetak dua gol dalam kemenangan telak Spanyol atas Inggris pada laga kualifikasi UEFA Euro Wanita. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Wembley ini berakhir dengan skor 4-0, menegaskan dominasi Spanyol dan menempatkan Inggris pada posisi genting, harus berjuang melalui babak playoff untuk tetap berada dalam kompetisi.

Sejak menit awal, Spanyol tampil agresif menekan lini pertahanan Inggris. Gol pertama muncul pada menit ke-12 melalui serangan balik cepat yang diakhiri dengan tembakan keras Putellas ke sudut atas gawang, menembus jaring gawang Mary Earps. Gol tersebut tidak hanya membuka keunggulan, tetapi juga mempertegas peran penting Putellas sebagai motor penggerak tim.

Baca juga:

Tak lama setelahnya, pada menit ke-27, Putellas menambah koloni golnya dengan menyelesaikan operan tipis dari midfield. Gerakan cepatnya di dalam kotak penalti mengecoh bek Inggris, dan tembakan akhirannya menambah keunggulan Spanyol menjadi 2-0. Kedua gol Putellas menjadi sorotan utama, menegaskan mengapa ia dianggap salah satu pemain terbaik dunia.

Setelah istirahat, Spanyol terus mengendalikan permainan. Inggris yang berupaya bangkit malah kebobolan gol ketiga pada menit ke-55, hasil dari serangan terorganisir yang dipimpin oleh Jenni Hermoso. Gol keempat tercipta pada menit ke-78 melalui tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi oleh Patri Guijarro, mengunci kemenangan telak Spanyol.

Baca juga:

Berikut rangkuman statistik utama pertandingan:

  • Skor akhir: Spanyol 4 – 0 Inggris
  • Gol Putellas: 2 (menit 12, 27)
  • Penguasaan bola: Spanyol 62% – Inggris 38%
  • Tembakan ke arah gawang: Spanyol 15 – Inggris 5
  • Kartu kuning: Inggris 3, Spanyol 1

Kemenangan ini memberi Spanyol tiga poin penuh, memperkuat posisi mereka di puncak grup kualifikasi. Di sisi lain, Inggris kini harus mengumpulkan setidaknya satu kemenangan dalam dua laga terakhir untuk mengamankan tempat langsung ke fase grup, bila tidak mereka akan melaju ke babak playoff yang menuntut performa maksimal.

Baca juga:

Pelatih Spanyol, Jorge Vilda, mengapresiasi penampilan timnya, terutama Putellas yang kembali menunjukkan kualitas luar biasa setelah kembali dari cedera panjang. “Putellas adalah contoh bagi semua pemain. Dia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga memberikan semangat dan kepemimpinan di lapangan,” ujar Vilda dalam konferensi pers pasca laga.

Sementara itu, pelatih timnas Inggris, Sarina Wiegman, menyatakan kekecewaan atas hasil yang kurang memuaskan namun menekankan pentingnya belajar dari kesalahan. “Kami harus memperbaiki transisi defensif dan meningkatkan kreativitas di lini tengah. Fokus kami kini pada dua pertandingan berikutnya,” kata Wiegman.

Baca juga:

Keberhasilan Spanyol ini bukan hanya hasil dari individu berbakat, melainkan juga kerja tim yang solid. Sistem permainan yang menekankan tekanan tinggi, pergerakan tanpa bola, dan pemanfaatan ruang membuat Inggris kesulitan mengendalikan permainan. Selain Putellas, kontribusi pemain seperti Jenni Hermoso, Patri Guijarro, dan Aitana Bonmatí menambah dimensi serangan yang sulit diprediksi.

Di luar lapangan, kemenangan ini meningkatkan ekspektasi publik terhadap timnas Spanyol menjelang turnamen utama. Dengan reputasi yang terus naik, Spanyol diprediksi akan menjadi salah satu kandidat kuat untuk merebut gelar juara Euro Wanita berikutnya.

Baca juga:

Secara keseluruhan, laga ini menegaskan peran krusial Alexia Putellas dalam memimpin Spanyol meraih hasil gemilang, sekaligus menambah tekanan pada Inggris yang kini harus menyiapkan strategi terbaik untuk mengatasi tantangan playoff. Pertandingan berikutnya akan menjadi penentu bagi kedua tim dalam perjalanan mereka menuju turnamen final.

Tentang Penulis: Caling Innis

Gambar Gravatar
Di antara riuhnya pelabuhan Surabaya, Caling Innis menorehkan jejaknya sebagai reporter yang menelusuri nusantara, mengubah setiap sudut jalan menjadi puisi visual lewat lensa kamera. Ketika senja menutup langit, ia tenggelam dalam dunia sci‑fi, menjemput cahaya imajinasi yang kemudian mengalir dalam tiap laporan yang ia rangkai. Dimulainya pada 2017, ia menganyam cerita‑cerita perjalanan menjadi benang penghubung antara realita dan mimpi, mengajak pembaca menapaki horizon baru.