Al Ahly Akhiri Kerja Sama dengan Jess Thorup Usai Musim Mengecewakan

oleh -0 Dilihat

TendanganBebas.com – 05 Juni 2026 | Al Ahly resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan pelatih asal Denmark, Jess Thorup, pada hari Kamis setelah menjalani satu musim yang dinilai jauh di bawah harapan. Klub yang berbasis di Kairo itu menyatakan keputusan tersebut diambil secara bersama‑dua, menandakan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kontrak yang semula dijadwalkan berlanjut hingga akhir musim kompetisi.

Keputusan ini muncul setelah serangkaian hasil kurang memuaskan di Liga Saudi Professional, kompetisi utama yang diikuti Al Ahly sejak pindah ke Liga Asia pada tahun sebelumnya. Selama kampanye tersebut, tim hanya mampu mengumpulkan poin yang jauh di bawah ekspektasi, dengan posisi klasemen berada di zona tengah tabel. Kegagalan mencatat kemenangan penting melawan rival tradisional bahkan menambah tekanan pada Jess Thorup, yang sebelumnya dikenal berhasil mengubah nasib klub di kancah domestik.

Baca juga:

Statistik tim selama periode kepemimpinan Thorup menunjukkan performa yang tidak konsisten. Dari total 30 pertandingan yang dimainkan, Al Ahly hanya meraih 9 kemenangan, 8 hasil seri, dan 13 kekalahan. Jumlah gol yang dicetak hanya mencapai 28 gol, sementara kebobolan mencapai 42 gol, menghasilkan selisih gol negatif sebesar 14. Angka ini menempatkan klub jauh dari zona kualifikasi kompetisi AFC Champions League, sebuah target utama yang biasanya menjadi tolok ukur keberhasilan bagi tim-tim besar di kawasan tersebut.

Baca juga:

Selain data kuantitatif, kualitas permainan yang ditampilkan juga menjadi sorotan kritis. Banyak pengamat menilai bahwa taktik defensif yang diterapkan Thorup terlalu konservatif, sehingga menutup ruang kreativitas pemain tengah yang biasanya menjadi penggerak serangan Al Ahly. Pergantian pemain yang sering kali tidak efektif, serta kurangnya adaptasi terhadap kondisi cuaca panas dan lapangan berpasir di Saudi Arabia, juga menjadi faktor yang memperparah situasi.

Baca juga:

Reaksi dari kalangan pemain dan suporter pun tidak kalah tajam. Beberapa pemain senior mengakui adanya kebingungan taktik di lapangan, sementara kelompok suporter utama menggelar aksi protes kecil di depan stadion, menuntut manajemen klub untuk segera mencari pelatih baru yang lebih berpengalaman dalam kompetisi Timur Tengah. Di media sosial, hashtag yang mengkritik kinerja Jess Thorup sempat menjadi trending topic selama beberapa hari terakhir.

Baca juga:

Manajemen Al Ahly, melalui pernyataan resmi, menegaskan bahwa klub tetap berkomitmen untuk memperkuat skuad dan memperbaiki performa di sisa musim berjalan. Mereka menambahkan bahwa proses pencarian pelatih pengganti sudah dimulai, dengan fokus pada kandidat yang memiliki rekam jejak sukses di liga-liga Asia serta kemampuan mengelola tekanan tinggi di kompetisi antar‑negara.

Baca juga:

Dalam konteks yang lebih luas, pemutusan hubungan kerja ini menandai salah satu contoh dinamika manajerial yang semakin cepat dalam sepak bola modern, terutama di klub-klub yang menargetkan prestasi internasional. Keputusan ini sekaligus membuka peluang bagi Jess Thorup untuk mencari tantangan baru, mengingat reputasinya yang masih kuat di beberapa negara Eropa, meski hasil di Saudi Arabia menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan adaptasinya.

Dengan berakhirnya era Thorup di Al Ahly, mata publik kini tertuju pada siapa yang akan menggantikan posisi kepala pelatih. Harapan besar tetap menyertai klub, mengingat sejarah panjang Al Ahly sebagai salah satu raksasa sepak bola Afrika dan Timur Tengah. Jika manajemen dapat menemukan sosok yang tepat, ada peluang besar bagi tim untuk bangkit kembali dan kembali bersaing di level tertinggi pada kompetisi regional dan kontinental.

Tentang Penulis: Tiban Tampanatu Tampanatu

Gambar Gravatar
Kita dulu sering lihat Tiban ngopi di sudut kafe Tangerang, sambil mengorek catatan dari tumpukan buku sejarah yang selalu menemaninya sejak kecil di rumah penuh percakapan wartawan. Pada 2019, ia meluncur ke dunia menulis, menggabungkan rasa penasaran akan masa lalu dengan adrenalin turnamen e‑sports yang selalu jadi bahan lelucon di antara kami. Sekarang, setiap karyanya terasa seperti cerita lama yang dibalut dengan semangat digital, membuat pembaca betah berlama‑lama mengulik tiap barisnya.