TendanganBebas.com – 06 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 semakin mendekat, namun tidak semua negara berhasil melaju ke turnamen paling bergengsi di dunia. Bagi penggemar sepak bola, kegagalan tersebut justru membuka peluang menilai kualitas pemain terbaik dari negara-negara yang gagal lolos. Dalam artikel ini, jurnalis mengusulkan susunan best XI yang terdiri dari talenta global, dengan batas maksimal dua pemain per negara, dan menyoroti perjalanan mereka selama musim panas.
Di antara penjaga gawang, Gianluigi Donnarumma menjadi sorotan utama. Sang kapten Italia yang baru saja pindah ke Manchester City menunjukkan kemampuan menguasai bola dengan baik, sebuah atribut yang semakin penting dalam gaya permainan Premier League. Meskipun menjadi pahlawan penyelamatan penalti pada Euro 2020, Donnarumma tak mampu menghentikan satu pun tembakan Bosnia dan Herzegovina dalam laga play‑off yang menentukan nasib Italia di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Di lini bek, dua nama menonjol dipilih. Pertama, Josko Gvardiol dari Kroasia, bek tengah berusia 22 tahun yang telah menjadi andalan Liverpool dengan kemampuan menutup ruang dan menyerang lewat umpan panjang. Kedua, Jules Koundé dari Prancis, yang kini memperkuat Barcelona, menawarkan kecepatan, ketangguhan dalam duel satu lawan satu, dan kemampuan mengatur permainan dari belakang. Keduanya tidak dapat membantu timnas masing-masing lolos, namun performa klub mereka tetap mengukir prestasi.
Di sayap kanan, Khvicha Kvaratskhelia dari Georgia menjadi pilihan utama. Pemain berusia 23 tahun ini telah menaklukkan Serie A bersama Napoli dengan dribbling memukau dan kontribusi gol yang konsisten. Meskipun Georgia gagal menembus putaran akhir kualifikasi, Kvaratskhelia tetap menjadi bintang yang mampu membuka ruang bagi rekan setimnya.
Bagian tengah lapangan diisi oleh tiga gelandang kreatif. Pertama, Jude Bellingham dari Inggris, yang meski Inggris lolos, namun dalam konteks best XI ini dipilih karena kontribusinya yang luar biasa di Real Madrid dan dampak besar pada performa timnya selama musim kompetisi. Kedua, Hakan Çalhanoğlu dari Turki, yang bermain untuk Inter Milan, dikenal dengan kemampuan tendangan bebasnya yang mematikan serta visi permainan yang tajam. Ketiga, Youri Tielemans dari Belgia, yang kini menjadi motor serangan utama di Leicester City, menambah keseimbangan antara serangan dan pertahanan.
Sayap kiri diisi oleh Alphonso Davies dari Kanada, meski Kanada tidak berhasil lolos, Davies tetap menjadi salah satu bek kiri paling berbahaya dalam dunia karena kecepatan luar biasa dan kontribusi menyerang yang tinggi bersama Bayern Munchen. Pilihan terakhir di lini depan adalah dua penyerang utama: Romelu Lukaku dari Belgia, yang kembali bersinar bersama Inter Milan setelah menorehkan gol penting di Serie A, dan Marcus Rashford dari Inggris, yang meskipun timnasnya lolos, tetap dipilih karena peran krusialnya di Manchester United dan kemampuan mencetak gol di situasi penting.
Susunan formasi yang diusulkan mengadopsi pola 4‑3‑3, menyeimbangkan pertahanan solid, kreativitas di tengah lapangan, serta kecepatan di sayap. Dengan Donnarumma di gawang, Gvardiol, Koundé, serta bek kanan yang dapat diisi oleh pemain serbaguna seperti Joao Cancelo (Portugal) jika diperlukan, tim ini memiliki fondasi defensif yang kuat. Bagian tengah menampilkan Bellingham, Çalhanoğlu, dan Tielemans yang dapat mengendalikan tempo pertandingan, sementara Kvaratskhelia, Davies, serta penyerang Lukaku dan Rashford siap mengancam pertahanan lawan dengan kombinasi kecepatan, teknik, dan finishing.
Kesimpulannya, meski negara-negara asal pemain-pemain tersebut tidak berhasil menembus Piala Dunia 2026, kualitas individu mereka tetap bersinar di panggung klub internasional. Best XI ini tidak hanya menonjolkan talenta yang terpinggirkan oleh kegagalan kualifikasi, tetapi juga menegaskan bahwa sepak bola adalah arena global di mana pemain dapat bersinar terlepas dari hasil timnas mereka. Dengan musim panas yang masih panjang, para pemain ini diharapkan tetap menjaga performa tinggi dan membawa kebanggaan bagi negara serta klub masing-masing.
