FIFA Menghadapi Krisis Kepercayaan: David Terrier Desak Reformasi Besar

oleh -0 Dilihat
FIFA Menghadapi Krisis Kepercayaan: David Terrier Desak Reformasi Besar
FIFA Menghadapi Krisis Kepercayaan: David Terrier Desak Reformasi Besar

TendanganBebas.com – 13 Agustus 2026 | FIFA, organisasi sepak bola dunia, sedang menghadapi krisis kepercayaan yang serius. Krisis ini disebabkan oleh kekuasaan yang terkonsentrasinya di tangan Gianni Infantino, presiden FIFA. Pernyataan ini diucapkan oleh David Terrier, presiden FIFPRO Europe, organisasi yang mewakili pemain sepak bola di Eropa.

David Terrier menilai bahwa FIFA telah melakukan kesalahan serius dalam menangani hak komersial Piala Dunia. Proposal Gianni Infantino untuk menjual hak komersial Piala Dunia telah memicu penolakan terbuka dari sejumlah konfederasi. Ini menunjukkan bahwa FIFA telah kehilangan kepercayaan dari komunitas sepak bola dunia.

Baca juga:

David Terrier juga menekankan pentingnya melakukan reformasi besar di dalam FIFA. Ia berpendapat bahwa reformasi ini harus melibatkan perubahan struktur dan kebijakan dalam organisasi sepak bola dunia. Dengan demikian, FIFA dapat meningkatkan kepercayaan dari komunitas sepak bola dunia dan memastikan bahwa hak komersial Piala Dunia digunakan dengan adil.

Baca juga:

Reaksi dari FIFA tidak langsung diketahui. Namun, pernyataan David Terrier telah menimbulkan perdebatan di kalangan komunitas sepak bola dunia. Beberapa orang mendukung proposal Gianni Infantino, sementara yang lain menentangnya.

Baca juga:

Dalam kesimpulan, FIFA sedang menghadapi krisis kepercayaan yang serius. David Terrier menilai bahwa reformasi besar diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan dari komunitas sepak bola dunia. Dengan demikian, FIFA dapat memastikan bahwa hak komersial Piala Dunia digunakan dengan adil dan meningkatkan kepercayaan dari komunitas sepak bola dunia.

Baca juga:
Baca juga:

Tentang Penulis: Tiban Tampanatu Tampanatu

Gambar Gravatar
Kita dulu sering lihat Tiban ngopi di sudut kafe Tangerang, sambil mengorek catatan dari tumpukan buku sejarah yang selalu menemaninya sejak kecil di rumah penuh percakapan wartawan. Pada 2019, ia meluncur ke dunia menulis, menggabungkan rasa penasaran akan masa lalu dengan adrenalin turnamen e‑sports yang selalu jadi bahan lelucon di antara kami. Sekarang, setiap karyanya terasa seperti cerita lama yang dibalut dengan semangat digital, membuat pembaca betah berlama‑lama mengulik tiap barisnya.