Alberico Evani Kritisi Keterlambatan AC Milan, Tuding Manajemen Sangat Memalukan

oleh -0 Dilihat

TendanganBebas.com – 12 Juni 2026 | Alberico Evani, mantan pemain dan asisten pelatih AC Milan, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tegas mengenai kekacauan yang terjadi di balik pengambilan keputusan klub. Ia menilai keterlambatan AC Milan dalam menanggapi isu-isu krusial sebagai kegagalan manajemen yang memalukan, sekaligus menyoroti dampak negatif yang dirasakan oleh pemain, staf, serta suporter.

Evani, yang pernah berkontribusi pada masa kejayaan Rossoneri pada era akhir 1980-an hingga awal 1990-an, mengungkapkan rasa kecewanya atas proses internal yang terasa lambat dan tidak terkoordinasi. Menurutnya, keputusan penting seperti penandatanganan pemain baru, perpanjangan kontrak, serta penyesuaian taktik tidak dapat dibiarkan berlarut-larut tanpa konsekuensi yang jelas.

Baca juga:

“Kami berada di tengah kompetisi yang sangat ketat, baik di Serie A maupun di kompetisi Eropa. Keterlambatan AC Milan dalam mengambil keputusan strategis tidak hanya mengganggu persiapan tim, tetapi juga menurunkan moral pemain,” ujar Evani dalam wawancara eksklusif dengan media lokal. Ia menambahkan bahwa situasi ini menimbulkan kebingungan di ruang ganti, dimana pemain sering kali tidak mendapatkan kejelasan tentang peran mereka di lini pertama.

Masalah manajemen yang diungkapkan Evani bukan hal baru. Sejak pergantian kepemilikan pada 2022, AC Milan telah mengalami sejumlah perubahan struktural, termasuk pergantian direktur olahraga dan manajer umum. Meskipun perubahan tersebut diharapkan membawa pembaruan, banyak pihak menilai bahwa transisi tersebut justru memperlambat proses pengambilan keputusan, terutama dalam hal transfer pemain dan perencanaan jangka panjang.

Baca juga:

Beberapa contoh konkret yang disebutkan Evani meliputi penundaan dalam menandatangani kontrak pemain muda yang menunjukkan potensi besar, serta ketidakpastian mengenai peran beberapa pemain senior dalam skuad utama. “Ketika klub menunda menandatangani kontrak, bukan hanya pemain yang dirugikan, tetapi juga klub kehilangan kesempatan untuk memaksimalkan nilai pasar mereka,” tegasnya.

Selain itu, Evani menyoroti kurangnya komunikasi antara jajaran manajemen dengan tim pelatih. Ia menyatakan bahwa keputusan taktis kadang diubah tanpa konsultasi yang memadai, yang berpotensi mengganggu konsistensi permainan di lapangan. “Seorang pelatih membutuhkan kejelasan tentang kebijakan transfer, kebijakan gaji, serta kebijakan disiplin. Tanpa itu, strategi yang kami rancang menjadi tidak realistis,” ujarnya.

Baca juga:

Reaksi suporter AC Milan pun tidak luput dari sorotan. Forum-forum online dan media sosial dipenuhi komentar yang menuntut transparansi dan kecepatan dalam pengambilan keputusan. Banyak pendukung menilai bahwa keterlambatan AC Milan telah memengaruhi performa tim di liga domestik, yang kini berada di posisi menengah klasemen.

Meski kritiknya keras, Evani juga menawarkan solusi yang konstruktif. Ia menekankan pentingnya penunjukan satu titik kontak utama antara manajemen dan tim teknik, serta perlunya proses evaluasi internal yang lebih cepat. “Kami butuh struktur yang jelas, dengan prosedur yang terstandarisasi. Hal ini akan meminimalisir kebingungan dan meningkatkan kepercayaan semua pihak,” ujarnya.

Baca juga:

Secara keseluruhan, pernyataan Evani menandai sebuah peringatan bagi pimpinan AC Milan. Keterlambatan AC Milan dalam mengatasi masalah internal dapat berakibat fatal jika tidak segera diperbaiki. Dengan menegaskan pentingnya keputusan yang tepat waktu, Evani berharap klub dapat kembali ke jalur kemenangan dan mengembalikan kebanggaan bagi para pendukungnya.

Dalam beberapa minggu mendatang, perhatian akan tertuju pada langkah konkret yang diambil oleh manajemen. Apakah mereka akan mengimplementasikan reformasi yang disarankan Evani, atau tetap berpegang pada metode lama, akan menjadi faktor penentu bagi masa depan AC Milan di kompetisi domestik dan internasional.

Baca juga:

Tentang Penulis: Kolbe Lenard

Gambar Gravatar
Di antara deru mesin dan gemerisik bulu kucing, Kolbe Lenard menenun kata‑kata menjadi jejak digital yang mengalir dari Semarang. Tahun 2020 menjadi titik tolak, ketika hobi menulisnya beralih dari catatan pribadi menjadi panggung blog yang memikat. Kini, tiap tulisan ia layangkan seperti cahaya rembulan, menginspirasi pembaca menapaki jalan impian mereka dengan semangat yang tak pernah padam.