TendanganBebas.com – 04 Agustus 2026 | WhatsApp, aplikasi perpesanan milik Meta, dilaporkan mengalami gangguan besar-besaran di seluruh dunia. Banyak pengguna yang mengeluh tidak bisa mengirim foto, video, atau bahkan memperbarui status mereka.
Gangguan ini pertama kali dilaporkan pada Senin sore waktu setempat dan berlanjut hingga malam hari. Pengguna dari berbagai negara, termasuk India, Amerika Serikat, Meksiko, Inggris, Brasil, dan Jerman, melaporkan mengalami masalah serupa.
Menurut laporan dari Downdetector, sebuah situs web yang memantau gangguan layanan online, WhatsApp mengalami lonjakan laporan gangguan pada Senin sore. Banyak pengguna yang melaporkan bahwa mereka tidak bisa mengirim media, termasuk foto dan video, atau memperbarui status mereka.
Beberapa pengguna juga melaporkan bahwa mereka mengalami masalah dengan koneksi internet mereka, namun tidak jelas apakah masalah ini terkait dengan gangguan WhatsApp atau tidak.
Meta, perusahaan induk WhatsApp, belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai gangguan ini atau memberikan timeline untuk perbaikan. Namun, perusahaan ini kemungkinan akan segera mengeluarkan pernyataan untuk membantu memperbaiki situasi.
Sementara itu, pengguna WhatsApp diharapkan untuk bersabar dan mencoba lagi nanti. Mereka juga bisa mencoba menggunakan aplikasi perpesanan lain sebagai alternatif sementara.
WhatsApp merupakan salah satu aplikasi perpesanan paling populer di dunia, dengan lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan. Gangguan seperti ini bisa berdampak besar pada komunikasi dan aktivitas sehari-hari pengguna.
Di lain pihak, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) juga menghadapi masalah internal. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadapi tekanan dari anggota federasi sepak bola untuk mengundurkan diri setelah kegagalan rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Infantino telah menjadi target kritik karena keputusannya yang kontroversial, termasuk rencana untuk memperluas Piala Dunia menjadi 48 tim. Ia juga menghadapi tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Sekelompok anggota federasi sepak bola, termasuk UEFA, Concacaf, dan AFC, telah membentuk aliansi untuk mengganti Infantino sebagai presiden FIFA. Mereka berencana untuk memboikot pertemuan dewan dan komite FIFA jika Infantino tidak mengundurkan diri.
Infantino telah menjadi presiden FIFA sejak 2016 dan telah memenangkan dua pemilihan presiden. Namun, popularitasnya telah menurun dalam beberapa tahun terakhir karena skandal dan kontroversi yang melibatkan organisasi.
Sementara itu, Anthony Loke, sekretaris jenderal Partai Aksi Demokratik (DAP) Malaysia, mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai ketua DAP Negeri Sembilan setelah 22 tahun memimpin partai di negara bagian tersebut.
Loke mengatakan bahwa keputusannya untuk mengundurkan diri bukan karena tekanan dari dalam partai, melainkan karena ia merasa bahwa sudah waktunya untuk memberi kesempatan kepada pemimpin baru.
Ia juga mengatakan bahwa ia akan terus aktif dalam politik dan akan fokus pada pekerjaannya sebagai sekretaris jenderal DAP.
Dalam kesimpulan, gangguan WhatsApp dan masalah internal FIFA merupakan contoh dari tantangan yang dihadapi oleh organisasi dan perusahaan dalam mempertahankan kepercayaan dan kepuasan pengguna dan anggota mereka.



